kali ini aku merokok seorang diri. dihadapanku secangkir kopi yamg tentu saja akan memecah tawamu jika kau disini, menemaniku. kita pernah begitu senang bahagia, lepas tertawa. kita juga pernah begitu lelah dan marah, terluka. lengkap sudah persahabatan yang singkat, menghujamkan kenangan indah dalam-dalam. kawan… mengingatmu aku tersedu.
“namaku Alhazra Rahmana” lantang suara itu
mengiang “panggil saja Aray!” berderai
mengiang “panggil saja Aray!” berderai
di dinding kos-an, di dinding perasaan, kau lukiskan
nama dan kenangan
jalanan kehidupan panjang nian
kau sempurnakan duluan
apa yang kau pikirkan ketika diam?
ketika tanganmu menggenggam dingin
Puncak
persahabatan
nyanyian
canda tawa
tragedi
jeritan
kesedihan
lalu melambai misteri
sampai sebuah nisan
0 komentar:
Poskan Komentar