*JL
kau akrabi cemar kota ini
tanpa cemara dan camarmu
yang biasa mewartakan teduh
sepanjang kemarau dan penghujan tersaji
"aku tak mau kau menyingkap panas" lirihku
"kota ini mulai durhaka," kau tersipu
"manusianya durjana-durjana" dan tergelak
"aku tak mau kau membongkar hujan" lebih lirih
"hujan-panas manusia disini akan membunuhmu" menggelegak
"aku mau surga si muka bumi ini" ucapmu
bergegas kau kembali bergumul dengan cemar itu
dalam bangun dan mimpimu
sekujur jiwamu menjelma koran
menuliskan dan bicara gejala alam seharian
selalu begitu ketagihan
bahkan dalam percintaan kita
suatu saat kau hampa
menanyakan makna yang kau perjuangkan
melulu kawan-lawan
konferensi dan aksi
aku mau memelukmu
bersandarlah pada hampa
tanpa cemara dan camarmu
yang biasa mewartakan teduh
sepanjang kemarau dan penghujan tersaji
"aku tak mau kau menyingkap panas" lirihku
"kota ini mulai durhaka," kau tersipu
"manusianya durjana-durjana" dan tergelak
"aku tak mau kau membongkar hujan" lebih lirih
"hujan-panas manusia disini akan membunuhmu" menggelegak
"aku mau surga si muka bumi ini" ucapmu
bergegas kau kembali bergumul dengan cemar itu
dalam bangun dan mimpimu
sekujur jiwamu menjelma koran
menuliskan dan bicara gejala alam seharian
selalu begitu ketagihan
bahkan dalam percintaan kita
suatu saat kau hampa
menanyakan makna yang kau perjuangkan
melulu kawan-lawan
konferensi dan aksi
aku mau memelukmu
bersandarlah pada hampa
Jakarta, 17 mei 2009
wow kereeen
BalasHapus