26.11.10

Puisi Kebetulan Sengaja

*Didit
adakah kita merupakan yang sengaja?
ketika embun meneteskan kilah pada tanah
ketika hujan menyirami hutan-hutan dengan aturan
ketika desa-desa bercengkrama
ketika kota-kota bersendawa
apakah kita telah direncanakan?

banyak orang percaya bahwa kita adalah kebetulan
sebagian lain yakin; kitalah pemilik masa depan
selamat ulang tahun, Cintia, adikku. 
Ciputat, 27 November 2010

1 komentar:

  1. dengan desah nafas yg kebetulan pun masih tersisa, semoga dalam hembusanya selalu terhirup masa depan yg cerah'..

    BalasHapus