16.9.20

Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran

 


2

Tengah malam lewat 7 menit. Seekor anjing terbaring di atas rumput di tengah-tengah halaman depan rumah Nyonya Shears. Matanya terpejam. Anjing itu terlihat seolah-olah sedang berlari menyamping, seperti anjing yang sedang berlari mengejar kucing di dalam mimpinya. Tapi anjing itu tidak sedang berlari ataupun tidur. Anjing itu mati. Sebilah garu menancap di badannya. Ujung-ujung garu itu pastilah menembus badan si anjing dan menghunjam sampai ke tanah, sebab garu itu tegak berdiri. Kusimpulkan bahwa anjing itu dibunuh dengan garu sebab aku tak melihat luka lain di badannya dan kupikir kau tak akan menujahkan garu ke badan seekor anjing setelah si anjing mati karena sebab lain, seperti kanker misalnya, atau ditabrak mobil. Tapi aku tidak terlalu yakin.

Kulewati gerbang rumah Nyonya Shears, menutup pintunya kemudian terus melangkah. Aku berjalan menuju halaman dan berlutut di samping si anjing. Kupegang moncongnya. Ternyata masih hangat.

Aning ini bernama Wellington. Dia milik Nyonya Shears yang adalah teman kami. Nyonya Shears tinggal di seberang jalan rumah kami, dua rumah di sebelah kiri.

Wellington anjing pudel. Bukan jenis pudel kecil yang rambutnya bergaya, tapi pudel besar. Bulunya hitam keriting, tapi kalau kau mendekat kau bisa melihat kulit di bawah bulunya itu berwarna kuning sangat pucat kayak ayam.

Aku mengelus Wellington dan bertanya-tanya siapa pembunuhnya, dan mengapa.