25.12.12

Merry Christmas, Felix Siauw...

Tersebutlah kisah seorang ustadz bernama Felix Siauw, pujaan remaja Islam di negeri entah-berantah. Jangan persoalkan namanya yang tidak terkesan islami atau kearab-araban, karena pengetahuannya sangat mumpuni untuk menjadi kyai televisi. Jangan pula hubungkan ia dengan Juan Felix Tampubolon, pengacara keluarga cendana kenamaan.

Perayaan Natal di Bethlehem. Foto: AFP
Di negeri entah-berantah, perkara mengucapkan selamat natal jauh lebih besar ketimbang kemajuan ilmu pengetahuan. Boleh-tidaknya seorang muslim mengucapkan selamat natal diperdebatkan dengan leher lebih menegang daripada urusan sistem pendidikan. Pemicunya tahun ini, ulah majlis ulamanya yang melarang ucapan selamat natal. Dan penguatnya adalah ustadz-ustadz seperti Felix Siauw. Ustadz generasi baru yang tertawa dengan "wkwkwk" di media sosial. Ustadz gaul, pejuang khilafah islamiyah.

Perdebatan ini sebenarnya perdebatan klasik, -menjurus klise- di negara entah berantah. Tapi ya mereka yang duduk di majlis ulama, dan spesies Felix Siauw itu seringkali iseng untuk membesar-besarkannnya. Cenderung usil.

Sebelum memasuki perdebatan teologis yang mengerutkan dahi, ada baiknya persoalan ini lebih dulu didekati dengan kacamata kehidupan sehari-hari. Kehidupan yang dihayati orang-orang entah-berantah, hidup berdampingan antar-pemeluk agama. Jika satu orang merayakan lebaran agamanya, penganut agama lain ikut senang dengan mengucapkan selamat, kadang-kadang dengan bonus jamuan khusus. Indah dan menggembirakan. Pertemanan semakin rekat, perbedaan keyakinan sama-sekali tidak merusak hubungan sosial. Kecurigaan dan kebencian sirna.

Tiba-tiba datanglah fatwa itu. Tersebarlah seruan dan ajaran Felix Siauw itu. Banyak orang lalu takut hanya untuk sekadar mengucapkan selamat. Seakan-akan ucapan selamat itu dosanya lebih besar daripada korupsi. Tentu banyak yang acuh, namun implikasinya jelas: konfrontasi, bukan dialog; cibiran atau minimal pandangan sinis, bukan toleransi.

Negeri entah-berantah adalah negeri yang subur. Sejak ribuan tahun lalu, beraneka keyakinan dan ajaran masuk, diterima, ditolak, disesuaikan atau berkembang. Bahkan yang menebar permusuhan dan kebencian pun bisa hidup. Begitu pula ajaran Felix. Tidak sedikit anak muda yang manggut-manggut atas hujjah-nya.

Menurut Felix, mengucapkan selamat natal sama dengan mengiyakan Yesus sebagai Tuhan, seperti yang diyakini umat kristiani. Ini perkara akidah, katanya. Dalam Islam, Isa atau Yesus selamanya adalah seorang nabi, ulul azmi, nabi yang utama, tidak boleh dinaikkan pangkatnya menyatu dengan entitas (ke)Tuhan(an). Maka menurutnya, memberi selamat atas kelahirannya, seperti yang dirayakan pemeluk kristen, berpotensi menggeser akidah seorang muslim. Mengucapkan selamat dianggap murtad, seperti sudah dibaptis. Haram hukumnya.

Tapi bagaimana mungkin? Seorang mahasiswa tingkat akhir yang mengucapkan selamat wisuda kepada kawannya apakah otomatis ia juga telah diwisuda? Enak sekali. Mengucapkan selamat hari lahir Ratu Inggris, kepada kawan Inggris atau langsung kepada Ratu, tidak serta merta menjadikan kita warga negara Inggris atau pengikut Sang Ratu. Atau, karena natal bersifat perayaan, seorang pendukung Chelsea yang mengucapkan selamat merayakan kemenangan Liverpool tidak otomatis menjadi Liverpudlian.

Prof. Quraish Shihab tak urung angkat bicara. Dalam artikelnya, Selamat Natal dalam Al-quran, beliau memaparkan dengan jernih, kelahiran Isa dalam Al-quran bahkan memang diberkati. Umat Islam, yang memuliakannya sebagai nabi, bahkan dianjurkan mengirim ucapan selamat. Soal akidah, panjang lebar Quraish menjelaskan, dengan kesimpulan: "Tidak   juga   salah   mereka    yang membolehkannya (mengucapkan selamat natal),  selama  pengucapnya bersikap arif bijaksana dan  tetap  terpelihara  akidahnya,  lebih-lebih  jika   hal tersebut merupakan tuntunan keharmonisan hubungan."

**********

Karena terus-menerus mencela fatwa MUI dan Felix, saya sempat dituduh mengharuskan ucapan selamat natal. Sesat pikir lain yang harus dihadapi.

Saya punya seorang kawan yang dalam hidupnya tidak pernah punya teman kristen. Kawan ini tentu saja tak perlu dan tak harus mencari-cari teman kristen untuk mengucapkan selamat. Tentu ada jutaan orang lainnya seperti kawan ini. Tapi karena kesal, saya jawab saja; karena MUI memfatwakan haram, maka mengucapkan selamat natal menjadi harus. Ini soal pergaulan sosial. Ini soal kerukunan, keutuhan kita sebagai bangsa. Pemahaman-pemahaman yang, betatapun kecil potensinya, meruncingkan perbedaan keyakinan, hanya akan menyuburkan kebencian. Dan orang-orang yang melakukan tindak kekerasan tidak bertanggung jawab akan memiliki cukup pembenaran.

Lihatlah, berapa gereja yang pernah dibom sat perayaan natal. Lihat pula bagaimana jemaat GKI Yasmin dan HKBP Philadelphia tahun ini tak bisa merayakan natal di gereja mereka yang sah karena disegel orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sebelum bicara pemerintah yang lalai, apakah MUI atau Felix Siauw peduli? Mungkin mereka hanya akan peduli jika suatu saat nanti umat Islam tak bisa merayakan idul fitri.

Di belahan bumi lain, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, tidak hanya mengucapkan selamat natal, bahkan ikut menghadiri misa di Bethlehem. Saya hanya bisa membayangkan, bagaimana perasaan Felix Siauw. Felix yang seringkali bersuara lantang membela Palestina, harus melihat pemimpin Palestina berbeda pendapat tajam dengannya. Semoga dia tidak patah hati dan tak pernah lelah membela kemanusiaan. Semoga Felix tetap bisa tertawa dengan "wkwkwk" dan selamanya yakin, solusi setiap masalah anak Adam adalah Khilafah Islamiyah.

Salam sejahtera semoga tercurah kepada Isa, pada  hari  Natalnya,  hari  wafat  dan  hari kebangkitannya nanti. Selamat Natal, MUI... Selamat Natal, Felix Siauw...

213 komentar:

  1. wew...setuju Bung... ulasan yg cerdas, informatif dan tidak menggurui.... saran utk Felix Siauw... tidak perlu menjelekan agama lain, buat saya Felix Siauw biasa saja pengetahuan agamanya juga biasa, hanya karena Mualaf FS jadi menonjol dan ingin tampil dengan cara yg kurang cerdas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf gan, menurut saya ketika seorang islam mengucapkan natal itu memang perlu dipertanyakan keislamannya. Karena setahu saya, Yesus yang dianggap tuhan oleh mereka itu bukanlah Nabi Isa. Yang mereka agung2kan sebagai Yesus itu adalah Judas. Salah seorang pembelot.

      Hapus
    2. kalau benar kenapa harus protes dan nyalahin orang, woles man,,,lagian natal tu kan buat orang kristen. knapa umat islam ga boleh ngucapin natal orang kristen yang kebakan jenggot anehh. ada apa sih sebenarnya.jangan2 ada maksud tertentu nihh jadi curiga..klau gitu woles ja man..ga usah khawatir mau umat islam ucapin natal or not biarin ja.ga ada yang dirugiin.

      Hapus
    3. kalo orang islam gak mau ngucapin selamt natal y itu terserah mereka. orang kristen emang perlu dapet selamat dari orang islam ? enggak kan. orang islam juga gak perlu ucapan selamat dari orang kristen waktu lebaran. kan gak ada yang dirugiin sebenernya.

      Hapus
    4. Alasan kenapa ga boleh ngucapin slamat Natal adl SIMPEL tman2, baik yg muslin nn nonmuslim, spy pd taw, spy ga asal kontra.. toleransi beragama itu hy boleh dlm bdg muamalah (hub. antarmanusia), bukan peribadahan (hub. manusia ma ALLAH). saat Idul Fitri, muslim boleh kok, minta maaf k nonmuslim, cz tujuan Idul Fitri emg spy seseorang bs menghapus dosa ke sesamanya (kl yg pnh dsakitin udh maafin kn ilang dosanya). itu esensi dr Hari Raya Idul Fitri. sedangkan Natal itu esensinya adl 'merayakan kelahiran Tuhan umat Nasrani/Kristen, yg artinya saat seorang muslim mengucapkan "selamat merayakan Natal ya..." berarti muslim tsb mengakui kalo Tuhan-Nya itu Tuhan yg disembah Nasrani (Yesus dkk), krna maksud perayaan itu ya merayakan hari lahirnya Yesus. udah gitu, kan muslim mengakui ALLAH itu Esa, ga beranak maupun diperanakkan, kl ngucapin selamat Natal, ya nnti berubah keyakinannya...... inilah yg jarang diketahui oleh umat agama lain, n bbrapa muslim sdiri (krna krg mdpt pgtahuan agama Islam).... nah, makanya kalo muslim n nonmuslim kumpul, srig2 tanya jwb sputar agama msig2 donk... share gt.. biar ga ada salah paham antara kita bro..hehe tapi, ingat! jangan sekali-kali share keyakinan.... ap jadinya kalo seorang muslim yg mengakui ALLAH satu2nya sesembahan, tak beranak dan diperanakkan, di waktu yg sama juga mengakui Nabi Isa sbg Tuhan (Naudzubillah) yg diperanakkan dr Maryam.. smoga mperjelas kesalahpahaman yg muncul ya teman2....

      Hapus
    5. link fatwanya aja udah dihapus bros.. jgnlah kepancing.. silakan cek langsung ke MUI daripda jadi gesekan panas gak ada habisnya.

      Hapus
  2. sembahlah Allah tuhanku dan tuhanmu..

    BalasHapus
  3. Mohon maaf, nampak anda terlalu menganggap enteng permasalahan.

    Hargailah pandangan saudaramu, karena segala sesuatu di dunia ini dapat dipandang, dikupas dan dibahas dari berbagai sudut.

    Ketika hal yang dibahas menyangkut kepercayaan/agama, sebaiknya kita mengacu pada tuntunan dalam Kitab Suci dan buku pegangan agama lainnya (seperti hadits bagi umat Muslim).

    Hormatilah pendapat mereka, seperti halnya saya menghormati pendapat anda sdr. Arlian Buana

    Regards,

    SN

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih telah mampir dan menghormati :))

      ngomong-ngomong, apa definisi menghormati buat anda? hormat seperti di upacara-upacara bendera? menghormati berarti tak boleh menentang? saya kira saya sama dengan and: saya menghormati pendapat felix dengan menyanggahnya, dan anda menghormati pendarat saya dengan menyanggahnya.

      meski sayangnya, saya tidak melihat apa poin anda yang jelas.

      bukankah saya menawarkan sudut pandang lain untuk membaca masalah ini? sudut yang berbeda dengan felix. seperti yang anda katakan, bahwa "segala sesuatu di dunia ini dapat dipandang, dikupas dan dibahas dari berbagai sudut." jadi sebenarnya, anda berada di sudut mana? sudut baru apa yang anda tawarkan?

      mengenai acuan pada kitab suci yang anda singgung, sila klik "Selamat Natal dalam Al-Quran" di paragraf 9 di atas. anda bisa baca dan renungkan ayat yang dikutip Prof. Quraish Shihab di sana...

      selamat natal dan tahun baru! :))

      Hapus
    2. Anda Siapa? Agamanya Apa? kok begitu benci dengan Islam dan Mencintai nasrani sekali sampai sibuk membela membela... sedangkan org nasraninya sendiri tidak dirugikan dan tidak kenapa2... kenapa Anda yang sepertinya kebakaran Jenggot???
      Pengertian Menghormati adalah menghargai, bersikap sopan, mengakui tidak menggangu ketika mereka beribadah (Konteks Menghormati Agama lain)
      dan ketika ada Orang yang membom gereja ketika natal... itu bukan orang Islam yg menjalankan agamanya dengan benar dan entah otak dibalik pengeboman itu orang muslim atau non muslim??... dan masalah Gereja GKI di Yasmin jangan mengupas hal itu kalau Anda tidak tahu duduk persoaalannya!!! Jangan Sok Tahu

      Hapus
    3. Jika Menurut Anda menghormati itu harus mengucapkan selamat ketika natal... atau melakukan penghormatan khusus... atau bersujud sekalipun lakukanlah jika Anda memang ingin melakukannya... tapi jangan melakukan pembenaran dan ingin membentuk aqidah baru dengan menyalahkan MUI dan FS dengan pendapat Anda yang saya tahu dasarnya hanya kutipan pendapat Prof. Quraish Shihab... Anda Peduli Ketika Orang Nasrani tidak bisa masuk Gereja... Apakah Anda peduli pada bagian Indonesia lain teraniaya??? Jangankan peduli tahu pun tidak atau pura2 tidak tahu

      Hapus
    4. Alasan kenapa ga boleh ngucapin slamat Natal adl SIMPEL tman2, baik yg muslin nn nonmuslim, spy pd taw, spy ga asal kontra.. toleransi beragama itu hy boleh dlm bdg muamalah (hub. antarmanusia), bukan peribadahan (hub. manusia ma ALLAH). saat Idul Fitri, muslim boleh kok, minta maaf k nonmuslim, cz tujuan Idul Fitri emg spy seseorang bs menghapus dosa ke sesamanya (kl yg pnh dsakitin udh maafin kn ilang dosanya). itu esensi dr Hari Raya Idul Fitri. sedangkan Natal itu esensinya adl 'merayakan kelahiran Tuhan umat Nasrani/Kristen, yg artinya saat seorang muslim mengucapkan "selamat merayakan Natal ya..." berarti muslim tsb mengakui kalo Tuhan-Nya itu Tuhan yg disembah Nasrani (Yesus dkk), krna maksud perayaan itu ya merayakan hari lahirnya Yesus. udah gitu, kan muslim mengakui ALLAH itu Esa, ga beranak maupun diperanakkan, kl ngucapin selamat Natal, ya nnti berubah keyakinannya...... inilah yg jarang diketahui oleh umat agama lain, n bbrapa muslim sdiri (krna krg mdpt pgtahuan agama Islam).... nah, makanya kalo muslim n nonmuslim kumpul, srig2 tanya jwb sputar agama msig2 donk... share gt.. biar ga ada salah paham antara kita bro..hehe tapi, ingat! jangan sekali-kali share keyakinan.... ap jadinya kalo seorang muslim yg mengakui ALLAH satu2nya sesembahan, tak beranak dan diperanakkan, di waktu yg sama juga mengakui Nabi Isa sbg Tuhan (Naudzubillah) yg diperanakkan dr Maryam.. smoga mperjelas kesalahpahaman yg muncul ya teman2....

      Hapus
  4. tidak cukup kah Al quran sebagai dasar kita kaum muslimin?? cukuplah kita memuliakan Isa sebagai nabiyullah seperti yang tercantum dalam Al quran, menghormati agama lain juga telah dicontohkan oleh rasulullah, beliau hanya menyampaikan risallah.. mau ikut silahkan tidak juga ngga apa2. apakah klo tidak memberi ucapan selamat natal terus kita jadi bermusuhan? saya punya temen non muslim tidak pernah mengucapkan selamat natal dan hubungan kami baik2 saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh, anonim juga beragama, ternyata :))
      baru tau.

      itu kan kasuistik, gak bisa digeneralisasi. bagi anda, anonim islam, dan teman anda, anonim kristen, barangkali itu bukan masalah, lantaran pemahaman antar-pribadi yang telah cukup dalam.

      tapi bagaimana dalam konteks maysarakat yang lebih luas? ini maksudnya konteks masyarakat bukan anonim lhoh --harus ditekankan. :D di banyak kasus fatwa itu justru menjadi masalah, bukan solusi.

      lalu bagaimana dalam konteks kehidupan bernegara?

      selamat natal dan tahun baru :D

      Hapus
    2. Kalau memang kita telah memilih Islam sebagai jalan hidup kita, saya rasa kita tidak perlu memperdulikan pandangan masyarakat yang memang mayoritas belum memeluknya secara kaffah. Bukankah kalau kita mencintai istri itu tidak boleh tanggung2? lalu kenapa mencintai kelurusan akidah malah tanggung2? seharusnya kita bisa berdiri tegas dengan keyakinan kita bukannya malah plin-plan ikut2.an masyarakat luas yang ternyata terjerumus

      Hapus
    3. Alasan kenapa ga boleh ngucapin slamat Natal adl SIMPEL tman2, baik yg muslin nn nonmuslim, spy pd taw, spy ga asal kontra.. toleransi beragama itu hy boleh dlm bdg muamalah (hub. antarmanusia), bukan peribadahan (hub. manusia ma ALLAH). saat Idul Fitri, muslim boleh kok, minta maaf k nonmuslim, cz tujuan Idul Fitri emg spy seseorang bs menghapus dosa ke sesamanya (kl yg pnh dsakitin udh maafin kn ilang dosanya). itu esensi dr Hari Raya Idul Fitri. sedangkan Natal itu esensinya adl 'merayakan kelahiran Tuhan umat Nasrani/Kristen, yg artinya saat seorang muslim mengucapkan "selamat merayakan Natal ya..." berarti muslim tsb mengakui kalo Tuhan-Nya itu Tuhan yg disembah Nasrani (Yesus dkk), krna maksud perayaan itu ya merayakan hari lahirnya Yesus. udah gitu, kan muslim mengakui ALLAH itu Esa, ga beranak maupun diperanakkan, kl ngucapin selamat Natal, ya nnti berubah keyakinannya...... inilah yg jarang diketahui oleh umat agama lain, n bbrapa muslim sdiri (krna krg mdpt pgtahuan agama Islam).... nah, makanya kalo muslim n nonmuslim kumpul, srig2 tanya jwb sputar agama msig2 donk... share gt.. biar ga ada salah paham antara kita bro..hehe tapi, ingat! jangan sekali-kali share keyakinan.... ap jadinya kalo seorang muslim yg mengakui ALLAH satu2nya sesembahan, tak beranak dan diperanakkan, di waktu yg sama juga mengakui Nabi Isa sbg Tuhan (Naudzubillah) yg diperanakkan dr Maryam.. smoga mperjelas kesalahpahaman yg muncul ya teman2....

      Hapus
  5. ilmu agama saya masih rendah,cman saya sngat setuju dengan pendapat anda, saya pernah dengar dan tahu kalo islam itu indah dan mudah, semua keputusan islam haruslah beralasan dan berpedomankan pda al quran dan alhadist.
    sepengatuan saya : MUI tidak mengharamkan ucapan itu akan tetapi lebih menekankan pada pengharaman ikut serta dalam perayaannya(tempo,16 mei 1981.
    selain itu tidak adanya satu hadist dan alquran pun yang menyatakan itu haram , nabi muhammad tidak pernah mengucapkan akan tetapi juga tidak pernah mengharamkan.
    yang mengharamkan hanyalah ulama wahabi, ibn qayyim dlm kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah, dengan beralaskan QS,az-zumar dan almaidah, yg hanya potongan ayat jika dilengkapkan maka maksudnya akan lain menurut saya,sementara yg saya tau sangat dilarang memotong2 ayat al quran .dan ustadz felik adalah penerusnya yang hanya mencontek kitab karya ibn qayyim.
    selain itu , bukankah islam ini bisa dikaji dengan akal , yg tidak bisa hanyalah 6(rukun iman ) selebihnya logika .
    ketika babi diharamkan : logikanya wajar , ada cacing pita ,selain itu dalam menyadur hadist bukankah perlu berhati-hati,ada yg kuat ,lemah dan yg palsu , trust bgaimana mengetahui hdist itu syahih atau tidak , kembali lg ke logika ,,
    tuntut l.a ilmu sampai kenegeri cina(hadist),syahiih gag hdist nie , jika dilogikan gag mungkin nabi munyuruh umatnya pd masa itu untuk belajar ke cina smentara negara adi kuasa pda masa itu adalah persia . jdi gag shahih dan tdk bsa di landaskan ,..
    . ucapan saja kog haram , bertentangan dengan akidah , menurut logika saya ucapan itu sama dng yg anda tulis syah / halal tidak mengenai
    akidah.
    trust siapa yg harus didengar ? ustadz felik or MUI N menag ??
    kitab mna yg harus di percaya ? ibn qayyim dengn kitabnya atau alquran.
    ketika ust feliik melarang kenapa ustadz lain tidak melarang bhkan bung haji roma irama sendiri tidak mau angkat bicara ,
    jadi sumber mna yg bisa di percaya ??? ustadz felik yg mualaf or ustadz pless ulama yg dasarnya islam ,,

    mohon maav jika tidak terlalu berkenan

    BalasHapus
    Balasan
    1. dengarkan hati nurani, kawan...

      Hapus
    2. Jika Anda sendiri sbg Muslim memilih tidak mengucapkan selamat natal (atau selamat yg lain kepada penganut agama lain) itu adalah hak Anda.

      Jika Anda melarang sesama muslim untuk tidak mengucapkan natal, seyogianya dia punya landasan kuat, dalam hal ini Al Quran.

      Jadi kalau melarang, tolong tunjukkan dasarnya ayat mana, dan bukan merupakan dalil atau kesimpulan pribadi.

      "Agamaku agamaku, agamamu agamamu" adalah suatu bentuk himbauan utk tidak saling mencampuri dan menghina agama lain. Bukan larangan memberi ucapan selamat.

      Hapus
    3. Eeeeeeeeh ternyata ente JIL yah?

      Hapus
    4. Alasan kenapa ga boleh ngucapin slamat Natal adl SIMPEL tman2, baik yg muslin nn nonmuslim, spy pd taw, spy ga asal kontra.. toleransi beragama itu hy boleh dlm bdg muamalah (hub. antarmanusia), bukan peribadahan (hub. manusia ma ALLAH). saat Idul Fitri, muslim boleh kok, minta maaf k nonmuslim, cz tujuan Idul Fitri emg spy seseorang bs menghapus dosa ke sesamanya (kl yg pnh dsakitin udh maafin kn ilang dosanya). itu esensi dr Hari Raya Idul Fitri. sedangkan Natal itu esensinya adl 'merayakan kelahiran Tuhan umat Nasrani/Kristen, yg artinya saat seorang muslim mengucapkan "selamat merayakan Natal ya..." berarti muslim tsb mengakui kalo Tuhan-Nya itu Tuhan yg disembah Nasrani (Yesus dkk), krna maksud perayaan itu ya merayakan hari lahirnya Yesus. udah gitu, kan muslim mengakui ALLAH itu Esa, ga beranak maupun diperanakkan, kl ngucapin selamat Natal, ya nnti berubah keyakinannya...... inilah yg jarang diketahui oleh umat agama lain, n bbrapa muslim sdiri (krna krg mdpt pgtahuan agama Islam).... nah, makanya kalo muslim n nonmuslim kumpul, srig2 tanya jwb sputar agama msig2 donk... share gt.. biar ga ada salah paham antara kita bro..hehe tapi, ingat! jangan sekali-kali share keyakinan.... ap jadinya kalo seorang muslim yg mengakui ALLAH satu2nya sesembahan, tak beranak dan diperanakkan, di waktu yg sama juga mengakui Nabi Isa sbg Tuhan (Naudzubillah) yg diperanakkan dr Maryam.. smoga mperjelas kesalahpahaman yg muncul ya teman2....

      Hapus
  6. Maaf nih ya, bagian mananya yg tidak menggurui? Sepertinya malah cenderung menjelek2kan.

    Jujur saya kurang setuju dengan tulisan ini, apalagi saya belum pernah membaca satupun tulisan ust felix yang menjelek2kan agama manapun.

    Toh masih banyak jalan menjalin hubungan bukan? Masih banyak jalan untuk menunjukkan rasa toleransi. Bila sampai ada tulisan seperti ini, saya rasa berarti Anda yg membesar2kan masalah ini. Toh bagaimana kami menjalankan agama kami juga bukan urusan Anda, karena Agama adalah hak setiap orang yang paling dasar.

    Islam itu mudah, "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku"

    BalasHapus
  7. Maaf ya, anonim. Saya nggak ngatur bagaimana anda menjalankan agama anonim anda dengan tulisan ini. Saya cuma menuliskan ini untuk kemanusiaan dan keindonesiaan. Anda mau jungkir-balik dengan agama anonim anda, silakan! bukan urusan saya. asal tidak merusak gereja dan melakukan tindak kriminal atas nama agama.

    oiya, udah tau asbabun-nuzul-nya ayat "lakum dinukum waliya diin" di surat al kafirun itu? setau saya, ayat itu turun untuk para penyembah berhala, latta dan uzza dkk, di mekkah. bukan untuk umat nashrani :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bro sbelum Anda mengetik sesuatu, Anda harus ketahui dlu sejarahnya dan maknanya....

      Al-Kafirun
      (Orang-orang kafir)
      Artinya :
      1. Katakanlah (Muhammad), "Wahai Org" Kafir"
      2. Aku tdk akan menymbah apa yg kmu sembah,
      3. Dan kmu bukan penyembah apa yg aku sembah,
      4. Dan aku tdk p'nah menjadi penyembah apa yg kmu sembah,
      5. Dan kmu tdk p'nah (Pula) menjadi penyembah apa yg aku sembah,
      6. Lakum dinukum wa liya diin
      Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku..

      Hapus
    2. Setuju sekali mas Fajrin
      koreksi untuk penulis artikel ini nih
      jika tidak mengetahui secara mendalam tentang ayat-ayat Allah mending ga usah lah membuka mulut jika akhirnya Anda salah kaprah tentang itu

      Hapus
    3. sa-altu 'an asbabi-n-nuzul tsumma tujibaani bi-l-ma'aniy -______-

      Hapus
    4. "ayat itu turun untuk para penyembah berhala, latta dan uzza dkk, di mekkah. bukan untuk umat nashrani "

      Apa bedanya penyembah berhala dengan penyembah Yesus? Bukankah sama2 KAFIR? saya ulangi, sama2 KAFIR?

      Sering kali ketidaksukaan adalah bentuk dari ketidaktahuan, tabayyun dulu baru bicara.
      dan tabayyun di media seperti ini tidak akan ada habisnya, sediakan waktu luang kemudian janjian smm ustad felix langsung, disana bisa di jelaskan lebih 'jernih'.

      Hapus
    5. KAFIR definisinya apa ya???

      menurutku:
      My Deepest itu KAFIR bagi agama yang lain... karena beda agama.....
      Menurut My Deepest KAFIR adalah bagi orang yg ga seagama My Deepest

      gitu aja kok repot...........
      berarti semua orang itu KAFIR.... ga ada yg ga KAFIR...

      Setuju gak???????????????

      Hapus
    6. Assalãmu'alaykum wr.wb.
      Ternyata Arlian Buana C, Mahasiswa UIN Ciputat peraih beasiswa tidak secerdas yang saya kira.
      Mengapa anda begitu tidak suka dngan Ust.Feix Siauw..? Apakah anda pernah gagal atau tersudutkan atas Syiar nya yang lain mengenai larangan pacaran..??
      Dan jika memang anda paham Islam, pastinya anda tidak menempuh jalan berpacaran bukan..?!
      Masuklah Islam scara kaffah, bukan tanggung atau bhkan sedikit sekali.
      Bumi Allah itu bukan hanya Indoneia, Negara kesatuan Indonesia merupakan bentuk negeri buatan manusia yang justru membatasi seluruh umat muslim dengan rasa Nasionalisnya.
      Tidak begitu dalam Islam. Baiknya anda yang tanya dan bicara menggunakan hati..
      Hati yang berlandaskan Islam tentunya, bukan Nasionalisme atau pun ego pribadi.

      Wassalãmu'alaykum wr.wb.

      Hapus
    7. Assalãmu'alaykum wr.wb.
      Ternyata Arlian Buana C, Mahasiswa UIN Ciputat peraih beasiswa tidak secerdas yang saya kira.
      Mengapa anda begitu tidak suka dngan Ust.Feix Siauw..? Apakah anda pernah gagal atau tersudutkan atas Syiar nya yang lain mengenai larangan pacaran..??
      Dan jika memang anda paham Islam, pastinya anda tidak menempuh jalan berpacaran bukan..?!
      Masuklah Islam scara kaffah, bukan tanggung atau bhkan sedikit sekali.
      Bumi Allah itu bukan hanya Indoneia, Negara kesatuan Indonesia merupakan bentuk negeri buatan manusia yang justru membatasi seluruh umat muslim dengan rasa Nasionalisnya.
      Tidak begitu dalam Islam. Baiknya anda yang tanya dan bicara menggunakan hati..
      Hati yang berlandaskan Islam tentunya, bukan Nasionalisme atau pun ego pribadi.

      Wassalãmu'alaykum wr.wb.

      Hapus
  8. Maaf Saudara Arlian Buana, anda mahasiswa Universitas Islam Negeri? (Saya pikir anda mahasiswa perguruan tinggi lain yang tidak berlabel 'Islam') Dengan 'menyerang' pendapat sesama muslim apa untungnya bagi anda? Bukankah lebih baik kita telaah dahulu pendapat tersebut. Jika benar tentunya lebih baik kita ikuti, jika tidak ya tidak perlu kita ikuti. Apalagi seolah-olah anda beragama nasrani dan merasa tersinggung dengan pendapat Ustadz Felix Shiauw tersebut. Namun jika Anda memang seorang Nasrani pun anda tak perlu tersinggung, karena kami tidak bermaksud menyinggung agama Anda dengan tidak mengucapkan selamat pada hari raya agama anda. Karena kita berbeda keyakinan dan berbeda ajaran, maka tidak perlu perbedaan itu membuat anda tersinggung. Sebagaimana dalam ajaran kami Tuhan itu tidak beranak dan tidak diperanakkan, kami tidak tersinggung ketika dalam ajaran agama anda menganggap Yesus sebagai Anak Tuhan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang tidak ada umat kristiani yg tersinggung dg pendapat felix siauw, mas anonim! gak usah ge-er.

      wah, saya nggak mikir kuntungan pas nulis ini, lha wong saya nggak dagang kok. saya cuman mikirin kerukunan kita aja...

      oh, saya dilabeli 'menyerang'? saya sudah telaah pendapat felix itu dan jelas saya tidak perlu ikuti. saya menulis ini justru karena saya telah menelaah pendapatnya dan saya terus terang keberatan dg argumen yg digunakannya, sama dg argumen anda yg bawa-bawa 'tidak beranak dan tidak diperanakkan.'

      natal, soal perayaan saja. untuk urusan keyakinan lain soal. dan itu gak perlu diperuncing seperti yang anda dan felix lakukan...

      Hapus
    2. Sepertinya anda begitu marah dan menggebu2 sekali, sabar mas, sabar... Istighfar kl memang anda muslim....

      kalau sekiranya anda tidak sependapat silahkan anda tabayyun dg Ustadz Felix, silahkan anda bersilaturahim dengan beliau.

      Salam, Andry

      Hapus
    3. Alasan kenapa ga boleh ngucapin slamat Natal adl SIMPEL tman2, baik yg muslin nn nonmuslim, spy pd taw, spy ga asal kontra.. toleransi beragama itu hy boleh dlm bdg muamalah (hub. antarmanusia), bukan peribadahan (hub. manusia ma ALLAH). saat Idul Fitri, muslim boleh kok, minta maaf k nonmuslim, cz tujuan Idul Fitri emg spy seseorang bs menghapus dosa ke sesamanya (kl yg pnh dsakitin udh maafin kn ilang dosanya). itu esensi dr Hari Raya Idul Fitri. sedangkan Natal itu esensinya adl 'merayakan kelahiran Tuhan umat Nasrani/Kristen, yg artinya saat seorang muslim mengucapkan "selamat merayakan Natal ya..." berarti muslim tsb mengakui kalo Tuhan-Nya itu Tuhan yg disembah Nasrani (Yesus dkk), krna maksud perayaan itu ya merayakan hari lahirnya Yesus. udah gitu, kan muslim mengakui ALLAH itu Esa, ga beranak maupun diperanakkan, kl ngucapin selamat Natal, ya nnti berubah keyakinannya...... inilah yg jarang diketahui oleh umat agama lain, n bbrapa muslim sdiri (krna krg mdpt pgtahuan agama Islam).... nah, makanya kalo muslim n nonmuslim kumpul, srig2 tanya jwb sputar agama msig2 donk... share gt.. biar ga ada salah paham antara kita bro..hehe tapi, ingat! jangan sekali-kali share keyakinan.... ap jadinya kalo seorang muslim yg mengakui ALLAH satu2nya sesembahan, tak beranak dan diperanakkan, di waktu yg sama juga mengakui Nabi Isa sbg Tuhan (Naudzubillah) yg diperanakkan dr Maryam.. smoga mperjelas kesalahpahaman yg muncul ya teman2....

      Hapus
  9. Good post. I learn something totally new and challenging
    on websites I stumbleupon everyday. It's always helpful to read content from other writers and practice something from other sites.
    My weblog : visit this site

    BalasHapus
  10. Sip, mas ! Toleransi memang diharuskan dalam Islam !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam.
      OK. Toleransi...Oh No..
      Salam.

      Hapus
    2. Toleransi? masihkah kita bertoleransi tentang urusan akidah?
      Boleh2 saja kita berurusan muamalah dengan siapapun, muslim atau non muslim. Namun kalau sudah menyangkut soal akidah, rasanya tidak perlu deh toleransi diteruskan,

      Hapus
    3. sebaiknya akidah2 yg ada di update....
      itu masih jamannya megalitikum.... yg disesuaiin pada jaman itu....

      sekarang udah jaman nano teknologi.... bentar lagi mau jaman piko loh....

      update update.... yu di update........

      Hapus
    4. Alasan kenapa ga boleh ngucapin slamat Natal adl SIMPEL tman2, baik yg muslin nn nonmuslim, spy pd taw, spy ga asal kontra.. toleransi beragama itu hy boleh dlm bdg muamalah (hub. antarmanusia), bukan peribadahan (hub. manusia ma ALLAH). saat Idul Fitri, muslim boleh kok, minta maaf k nonmuslim, cz tujuan Idul Fitri emg spy seseorang bs menghapus dosa ke sesamanya (kl yg pnh dsakitin udh maafin kn ilang dosanya). itu esensi dr Hari Raya Idul Fitri. sedangkan Natal itu esensinya adl 'merayakan kelahiran Tuhan umat Nasrani/Kristen, yg artinya saat seorang muslim mengucapkan "selamat merayakan Natal ya..." berarti muslim tsb mengakui kalo Tuhan-Nya itu Tuhan yg disembah Nasrani (Yesus dkk), krna maksud perayaan itu ya merayakan hari lahirnya Yesus. udah gitu, kan muslim mengakui ALLAH itu Esa, ga beranak maupun diperanakkan, kl ngucapin selamat Natal, ya nnti berubah keyakinannya...... inilah yg jarang diketahui oleh umat agama lain, n bbrapa muslim sdiri (krna krg mdpt pgtahuan agama Islam).... nah, makanya kalo muslim n nonmuslim kumpul, srig2 tanya jwb sputar agama msig2 donk... share gt.. biar ga ada salah paham antara kita bro..hehe tapi, ingat! jangan sekali-kali share keyakinan.... ap jadinya kalo seorang muslim yg mengakui ALLAH satu2nya sesembahan, tak beranak dan diperanakkan, di waktu yg sama juga mengakui Nabi Isa sbg Tuhan (Naudzubillah) yg diperanakkan dr Maryam.. smoga mperjelas kesalahpahaman yg muncul ya teman2....

      Hapus
  11. kalau toleransi hanya dinilai dari pemberian ucapan selamat, itu pemikiran dangkal...
    toleransi sama dengan berbuat baik dan menghormati yang lain...bukankah itu luas cakupan na... :)
    dengan tidak mengucapkan selamat atas perayaan hari raya agama lain bukan berarti menutup kita dari bertoleransi kepada orang yang beragama lain itu
    bukankah juga, hukum pengucapan selamat hari raya kepada umat agama lain tidak jelas halal-haram nya...berarti dengan kata lain masih meragukan dong...bukan kah dalam Islam itu yang ragu-ragu lebih baik tidak dikerjakan...
    adakah juga hadits atau riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah membolehkan atau pernah mengucapkan selamat hari raya umat lain?
    nah kalau menurut saya sih, ga usah juga dibuat besar masalah ini...
    semua orang punya pendapat dan semua orang punya keyakinan dan keteguhan...
    "bagi ulama yang bersih hatinya dan kuat imannya, mungkin ucapan “Selamat Natal” itu tak akan menodai keimanannya; tapi bagaimana dengan orang awam dari kalangan Muslimin? Siapa bisa menjamin bahwa mereka tak akan terjerumus lebih jauh lantaran telah dibukanya pintu-pintu menuju pengakuan terhadap kebenaran agama lain itu?"

    salam damai saudara muslim ku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. apa harus ada penjamin iman seseorang? harus ada lembaga penjamin iman? ribet sekali beragama islam kalo gitu...dan tugas MUI akan lebih berat karena harus memonitor hati setiap muslim :p

      saya pikir, orang awam dari kalangan muslimin yang mengucapkan selamat natal juga bersih hatinya dan kuat imannya. bersih hati dan kuat iman itu bukan monopoli ulama kok. jadi anda tidak perlu khawatir, dan seperti yang anda bilang, gak usah dibuat besar masalah ini. urusan iman adalah urusan pribadi masing-masing. saya bicara di sini urusan sosial.

      salam damai saudara kristianiku, saudara hinduku, saudara budhaku, saudara khongucuku dan sauda penganut keyakinan lainku :)))

      Hapus
    2. ribet bagi yang berat dan tidak ikhlas menjalankan..ringan dan menyenangkan jika dijalankan dengan berharap ridho Allah..janji Allah nyata bung
      pemikiran mu mempengaruhi apa yang kamu lakukan dan penilaian orang lain terhadap mu bung :)

      Hapus
    3. maaf ya anonim, berdasarkan yang aku baca, komenmu tuh penuh dengan judge kepada si penulis. emangnya situ kenal sama arlian? ngomong-ngomong soal iman, emang situ juga bisa liat imannya temen2 situ kalo abis ngucapin natal?

      Hapus
    4. terserah deh ya mau bilang seperti itu..baca lagi ya bung robibi kata demi kata dari bung arlian...apakah kata-kata bung arlian ga penuh judge...saya juga cuma senyum aja baca na..kasian..daripada tambah panjang lebar, lebih baik case closed aja yah..saya tidak mau banyak berdebat...
      NB: anonim na banyak lho...itu bukan saya semua...jadi maaf ya kalau anda jadi salah sangka...

      Hapus
    5. saya malah ketawa-ketawa baca komentar gak jelas kalian :D

      coba tunjukkakan di bagian mana kata-kata saya yg "penuh judge" itu

      Hapus
    6. tampaknya aku gk harus mnuliskan alasan ku yg tidak setuju sama arlian buana,krena dia orang yang sok tau jadi bagaimanpun dia tetap merasa sok bener.

      setuju sama anonim :)

      Hapus
    7. . dia komen gt ad byk kmungkinan mas.. mgkn krna dia blum taw.. misal: sy dlu lum taw kl berhijab it wajib, jdinya y saya ga tutup aurat. mka dr it qt hrs slig mnasehati dlm kbenaran n ksabaran.. tpi beda, kl seseorang yg qt hadapi it emg bner2 jlas2 benci m qt, ato emg niatnya udh mnjelek2kan, maka qt wajib mengacuhkannya, spy tenaga n waktu qt tdk terbuang sia2 hy utk mencerahkn orang yg memang dr awal tdk berniat mndptkn pncerahan, mlainkn hy ingin berolok2 sj.

      Hapus
    8. bliau insyaAllah bukan termasuk yg sk bener kok. sy ikuti cramah2nya di youtube.. hehe. bliau ga mnjlekkn pihak yg mmbolehkn ucapan natal, sy lupa di video apa, kl sy ingat, nnti sy ksih link-nya deh, biar ad buktinya..

      Hapus
    9. Mas Arlian Buana, tujuan kita (bukan hy ulama' n ustadz) berrdakwah it utk ttpp mnjaga ukhuwah islamiyah, memperkokoh, mguatkannya. kadar keimanan hy dktahui pribadi n ALLAH tentunya, qt sbg sodara kn hy berusaha mengkondisikan spy keimanan tsb ga makin merosot, kl lum bs naik, plg ga tetep, stagnan gt lho.... ini jg slh stu tujuan larangan ini, sharusnya larangan ini dsmpaikn bserta alasannya.. biar ga pd slh paham.. manusia tempatnya khilaf mas. dg larangan ini qt ingin sodara muslim qt it bner2 yakin ma adanya ALLAH, sy blg gini, krna sy pnh mgakui adanya Allah, tp kyknya ga bner2 mgakuinya, alhamdullillah skrg insyaAllah udh ga ad kraguan lagi.. smg ttp istiqomah..

      Hapus
  12. Salam.
    Saya orang yang tidak mau mengucapkan selamat Natal pada teman saya yang Nasrani, dengan pertimbangan yang saya yakini, tetapi bukan berarti saya tidak menghormati teman saya tersebut.
    Postingan anda cenderung menekankan, bahwa tidak mengucapkan Natal sama dengan tidak menghormati pemeluk Nasrani, kira-kira relevansinya di mana gituloh..??
    Soal MUI berfatwa itu sah-sah saja, itu bagian dari tugas lembaga tersebut, masyarakat juga g di paksa untuk ikut fatwa tersebut.
    Saya kira kita harus seimbanglah menyikapi persoalan tersebut, jika anda mengatakan bahwa Orang2 terlalu membesar2kan persoalan Uacapan selamat Natal, sebenarnya anda juga pada Posisi tersebut, cuma dengan kutub yang berbeda.
    Tentunya kita patut menghargai perbedaan pendapat tersebut, karena hal yang demikian akan sering kita dapati.
    Salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu tanda na pemikiran bung arlian sangat amat sempit dan dangkal...terpampang nyata loh...

      Hapus
    2. ente baca dan pahami dulu yg bener tulisan ane, baru abis itu boleh ngebacot bos :D

      Hapus
    3. . dia komen gt ad byk kmungkinan mas.. mgkn krna dia blum taw.. misal: sy dlu lum taw kl berhijab it wajib, jdinya y saya ga tutup aurat. mka dr it qt hrs slig mnasehati dlm kbenaran n ksabaran.. tpi beda, kl seseorang yg qt hadapi it emg bner2 jlas2 benci m qt, ato emg niatnya udh mnjelek2kan, maka qt wajib mengacuhkannya, spy tenaga n waktu qt tdk terbuang sia2 hy utk mencerahkn orang yg memang dr awal tdk berniat mndptkn pncerahan, mlainkn hy ingin berolok2 sj.

      Hapus
    4. Alasan kenapa ga boleh ngucapin slamat Natal adl SIMPEL tman2, baik yg muslin nn nonmuslim, spy pd taw, spy ga asal kontra.. toleransi beragama itu hy boleh dlm bdg muamalah (hub. antarmanusia), bukan peribadahan (hub. manusia ma ALLAH). saat Idul Fitri, muslim boleh kok, minta maaf k nonmuslim, cz tujuan Idul Fitri emg spy seseorang bs menghapus dosa ke sesamanya (kl yg pnh dsakitin udh maafin kn ilang dosanya). itu esensi dr Hari Raya Idul Fitri. sedangkan Natal itu esensinya adl 'merayakan kelahiran Tuhan umat Nasrani/Kristen, yg artinya saat seorang muslim mengucapkan "selamat merayakan Natal ya..." berarti muslim tsb mengakui kalo Tuhan-Nya itu Tuhan yg disembah Nasrani (Yesus dkk), krna maksud perayaan itu ya merayakan hari lahirnya Yesus. udah gitu, kan muslim mengakui ALLAH itu Esa, ga beranak maupun diperanakkan, kl ngucapin selamat Natal, ya nnti berubah keyakinannya...... inilah yg jarang diketahui oleh umat agama lain, n bbrapa muslim sdiri (krna krg mdpt pgtahuan agama Islam).... nah, makanya kalo muslim n nonmuslim kumpul, srig2 tanya jwb sputar agama msig2 donk... share gt.. biar ga ada salah paham antara kita bro..hehe tapi, ingat! jangan sekali-kali share keyakinan.... ap jadinya kalo seorang muslim yg mengakui ALLAH satu2nya sesembahan, tak beranak dan diperanakkan, di waktu yg sama juga mengakui Nabi Isa sbg Tuhan (Naudzubillah) yg diperanakkan dr Maryam.. smoga mperjelas kesalahpahaman yg muncul ya teman2....

      Hapus
  13. Apakah semua pemeluk nasrani gila hormat dan ucapan kaya anda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha...ga semua deh kayak na...saya punya teman non muslim tapi ga mempermasalahkan tuh kayak arlian ini..gila hormat pake banget nih orang...keliatan banget asli na kayak apa... :D
      silahkan bung arlian koar koar di dunia...kita akan buktikan di akhirat :)

      Hapus
    2. oke, setelah membaca tulisan saya kali berdua berkesimpulan saya kristen? okesip :))

      kalian berdua memang sangat pintar dan terlalu terhormat :*

      Hapus
    3. Muslim hanya diwajibkan mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah, panduannya udh ad di kehidupan Rasulullah.... muslim wajib meneladani bliau, tdk hy belajar, membaca sejarah bliau, tdk hy meghapal Al-Qur'an, tp mengimplementasikannya.... Rasulullah ga pnh mgluarkn kata2 kasar sekalipun.. smwnya yg baik2 saja. kl ga bs ngmg yg baik, jgn sindir2an.. mding 0 saja.. :D ayo, pd slig berpelukan.. slg memaapkan yach bro.. n jgn diulangi lagi..

      Hapus
  14. permisi ya bung arlian, Anda td blg kalo Ustadz lain tidak se'ramai' Ustadz Felix ketika bicara soal perayaan non-muslim, Anda saja barangkali yg ogah dengar para Ulama berbicara, hehehe
    pasti lah mereka tidak akan membicarakan hal itu kalo bukan pada tempatnya,, semua ulama (bahkan ulama yang mengucap natal sekalipun)sadar akan ketentuan Islam yang melarang ucapan tersebut, namun kembali lagi pada 'mau' atau 'tidak'nya ..
    ingat bung, Islam dan Muslim itu berbeda, Islam itu sempurna, tinggal Muslimnya aja yg mau total atau setengah2,, setidaknya itulah ilmu yg pernah disampaikan oleh salah seorang ulama bahwasannya Islam dan Muslim itu tidak dapat disamakan.. trimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALU AKU, kalo seni indah, air seni sampah.

      Hapus
    2. Lhoh, kapan saya bilang "Ustadz lain tidak se'ramai' Ustadz Felix ketika bicara soal perayaan non-muslim?"

      coba perhatikan lagi... (pake hehehe juga)

      saya bahkan menyebut ulama lain itu dg "spesies felix siauw" :p

      dan kapan pula saya menyamakan Islam dan muslim itu?

      terima kasih kembali :))

      Hapus
  15. kok heboh banget ya...
    PP Muhammadiyah pernah menawarkan seluruh aset dan fsilitas Muhammadiyah selain masjid dan RS untuk merayakan natal . . . .
    baru ucapan aja kok ribut.

    BalasHapus
  16. Setuju 100000% dengan Anda bung Arlian.
    teman2 saya banyak sekali yg tergila2 dgn Felix Siauw ini, tanpa tahu latar belakangnya gmn...(maaf, ga niat juga membeberkan di sini, ga baik... cari aja sendiri buat yg minat hehee).

    Kata Nabi Muhammad: "Pendapat kamu boleh jadi benar tapi mungkin mengandung kesalahan, pendapat saya boleh jadi salah tapi mungkin mengandung kebenaran, hanya Allah lah yang Maha Mengetahui mana yang Haq dan mana yang Batil." Tuh, Nabi aja sikapnya sangat open dan toleran, sayang umatnya sok bener, ngatain orang lain sesat, penghancur umat, sekuler, ada agenda pribadi... ampuun sombongnya Naudzubillah Mindzaliik... Sombong itu dosa nomor satu, dari Iblis.

    Sama halnya dgn soal ucapan Selamat Natal ini, saya kok melihat yg pro-fatwa selalu menganggap yg kontra itu sebagai ga pny akidah lah, dst. Seakan2 kalian yg paling bener. Yg paling tau soal agama, dst.
    SOMBONG banget. Pdhl, karena sombong, Iblis dibuang dari Surga, krn Iblis merasa lebih hebat dr Manusia. Yg boleh sombong tuh cuman Allah. Tuh, kalo kalian merasa agamanya plg bener, paling okeh, paling bakal masuk surga, paling bener dari umat Muslim lainnya, coba dipikir: dari mana kalian dapetin perasaan angkuh dan sombong itu? Saya percaya, Allah menjadikan banyak aspek dalam Islam itu sebagai sumber perdebatan krn Dia ingin umatnya belajar dan berpikir. Dia ingin umatnya menjalin hubungan dgn cara bertukar pikiran. Saya bangga jd seorang Muslim krn begitu banyak persoalan yg membuat saya jd belajar dan mengenal agama sendiri, gak jadi Katak dalam Tempurung yg bisanya cmn ngatain umat lainnya Kafir dan calon Penghuni Neraka. Emang Neraka itu pny siapa sih? Emang punya-nya situ, kok yakin banget siapa aja yg bakal masuk neraka? :D

    Manusia sekarang gampang menuduh seseorang atau sesuatu sesat ya (sama saja dengan mengambil HAK Allah). Apa anda yakin sudah lebih baik dari yg anda sangka-kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan sok bener mas, innalillah..... sy sepaham dg larangan ini... klo qt ga bs ngajak mreka spy masuk k dalam agama Islam, minimal qt ga mperkuat kyakinan mreka yg salah itu.. sy ingin skali mengajak tmn nonmuslim sy utk mgenali Islam, tp sjauh ni iman sy msh sgt lemah shg utk itupun sy msh ga kuat.. sy msh mrasa brsalah krna lum bs brdakwah kpd dia.. msh dlm proses penguatan iman nih.. doain sy ya tman2.... T.T


      [repost again and again :D] Alasan kenapa ga boleh ngucapin slamat Natal adl SIMPEL tman2, baik yg muslin nn nonmuslim, spy pd taw, spy ga asal kontra.. toleransi beragama itu hy boleh dlm bdg muamalah (hub. antarmanusia), bukan peribadahan (hub. manusia ma ALLAH). saat Idul Fitri, muslim boleh kok, minta maaf k nonmuslim, cz tujuan Idul Fitri emg spy seseorang bs menghapus dosa ke sesamanya (kl yg pnh dsakitin udh maafin kn ilang dosanya). itu esensi dr Hari Raya Idul Fitri. sedangkan Natal itu esensinya adl 'merayakan kelahiran Tuhan umat Nasrani/Kristen, yg artinya saat seorang muslim mengucapkan "selamat merayakan Natal ya..." berarti muslim tsb mengakui kalo Tuhan-Nya itu Tuhan yg disembah Nasrani (Yesus dkk), krna maksud perayaan itu ya merayakan hari lahirnya Yesus. udah gitu, kan muslim mengakui ALLAH itu Esa, ga beranak maupun diperanakkan, kl ngucapin selamat Natal, ya nnti berubah keyakinannya...... inilah yg jarang diketahui oleh umat agama lain, n bbrapa muslim sdiri (krna krg mdpt pgtahuan agama Islam).... nah, makanya kalo muslim n nonmuslim kumpul, srig2 tanya jwb sputar agama msig2 donk... share gt.. biar ga ada salah paham antara kita bro..hehe tapi, ingat! jangan sekali-kali share keyakinan.... ap jadinya kalo seorang muslim yg mengakui ALLAH satu2nya sesembahan, tak beranak dan diperanakkan, di waktu yg sama juga mengakui Nabi Isa sbg Tuhan (Naudzubillah) yg diperanakkan dr Maryam.. smoga mperjelas kesalahpahaman yg muncul ya teman2....

      Hapus
    2. bliau insyaAllah bukan termasuk yg sok bener kok. sy ikuti cramah2nya di youtube.. bliau ga mnjlekkn pihak yg mmbolehkn ucapan natal, sy lupa di video apa, kl sy ingat, nnti sy ksih link-nya deh, biar ad buktinya..

      Hapus
    3. Siapa yang mengetahui keimanan seseorang lebih dari tuhannya sendiri?

      Hapus
  17. perkenalkan, saya seorang muslim. polemik ini timbul karena maraknya program kristenisasi di indonesia. kaum kristen menyebarkan agamanya dengan memanfaatkan keramahtamahan kaum muslim. semenjak dulu semasih saya remaja, sekitar 1950-an, ramai sekali penginjil/orang2 kristen mendatangi rumah2 orang muslim termasuk rumah saya. mereka sungguh memanfaatkan keramahan kami dengan bertamu dan menyodorkan buku2 kesehatan dengan cara halus/sopan tetapi memaksa agar kami mau membacanya sepeninggal mereka. buku ditinggal begitu saja dan mereka pergi tanpa menyinggahi rumah depan yang mereka tahu adalah orang kristen. kegiatan masih berlangsung sampai sekarang dengan modus lain, dengan sasaran orang2 desa yang pengetahuan agamanya pas2an malah minim, serta tringkat ekonominya yang menyedihkan. hal ini diantisip;asi oleh ulama2 dengan cara memberikan penerangan2/dakwah kepada kaum muslaim, yang dengan cara antara lain penjelasan tentang perbedaan agama, antara islam dan kristen, dengan maksud agar kaum muslim seluruhnya khususnya dipedesaan, bahwa islam adalah agama yang diterimas Allah SWT, dalam salah satu ayatNya dari surat teerakhir, yang artinya "TELAH KUSEMPURNAKAN AJARANKU BAGIMU,DAN ISLAM ADALAH AGAMA BAGIKU". dengan cara itulah kaum muslim dapat mempertahankan keimanannya. memang kaum kristen tidak berhenti-hentinya untuk memurtadkan kaum muslim dengan segala cara. saya kira demikian, jadi bukan menjelek-jelekkan kristen yang memang untuk kami kaum muslim sudah jelek. (masakan ada orang yang disalib memakai koteka diangkat jadi tuhanj). masyaallah.............

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari arti katanya, Kristenisasi adalah memaksakan seseorang masuk agama kristen. Kalau sekedar berdakwah tanpa memaksa masuk agama kristen buat saya bukan kristenisasi.

      Sama saja dengan dakwah Islam ke dalam kantung2 nasrani di papua. Relakah Anda bilang itu merupakan Islamisasi?

      Hapus
  18. ente ngerti koteka gak sih sebenernya? koteka itu terbuat dari buah labu dan bentuknya memanjang... mana ada yesus make koteka? sebelum bacot baca dulu yg banyak biar gak keliatan tolil...

    kesian Islam agama yg sempurna itu kalo pemeluknya bahlul kayak ente. masa koteka aja gak tau? huh

    BalasHapus
    Balasan
    1. koteka itu scr konteks...bukan sebenarnya...artinya sejenis koteka...hanya biar cepet disebutlah koteka...scr kasat mata kan sama bentuknya...pokoke arlian buana apapun agamamu: jika Islam, shalat taubatlah...jika non islam sudahlah banyak cara utk kerukunan antar umat beragama, dengan debat kusir akhirnya muncul saling ejek...anda telah merontokkan kerukunan antar umat beragama

      Hapus
    2. mas.... Rasulullah ga pernah mgluarkn kata2 kasar untuk meluruskn suatu permasalahan.

      Hapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  20. hanya mengutip dasir saudariki di atas.. saya tidak mau mengucapkan selamat natal. krna sudah jelas dengan kita mengucapkan mka kita mengakui. dngn tidak mengucapkanpun toleransi tetap berjalan.. saya bingung arti toleransi menurut anda mas arlian. hal seperdi ini anda perdebatkan tanpa dalil2 yg kuat.. saya rasa anda org kristiani jd kmi mohon maaf bila tersinggung :).
    ngutip di atas". Islam dan Muslim itu berbeda, Islam itu sempurna, tinggal Muslimnya aja yg mau total atau setengah2,, setidaknya itulah ilmu yg pernah disampaikan oleh salah seorang ulama bahwasannya Islam dan Muslim itu tidak dapat disamakan.. trimakasih :)"

    BalasHapus
  21. MUSLIM GAK NGUCAPIN ATAU NGUCAPIN UNTUNGNYA APA BUAT NASRANI,,, GAK ADA KAN? SAMA AJA,LAIN KALO KAUM NASRANI PROTES KERAS MINTA MUSLIM NGUCAPIN "SELAMAT .." BARU MARI KITA BAHAS... MEREKA KETAWA LIAT KALIAN SAUDARA SEIMAN ADU MULUT....
    DI NEGARA NON MUSLIM GAK ADA YANG NGUCAPIN SELAMAT KE MUSLIM KALO HARI RAYA YA G ADA MASALAH . KEMBALI KE GUS DUR GITU AJA KOK REPOT...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ente ngomong apa sih? MULUT ENTE BAU!!! :)))

      Hapus
    2. Mungkin mulut anda bung arlian yang bau, kan paling dekat dengan hidung anda :)))

      Hapus
  22. Sdr arlian mengapa mengucapkan selamat natal kpd felix siauw? Bukankah anda tau felix siauw seorang muslim. Dan seorang muslim-pasti anda tau- tdk merayakan natal? Hadeeehhh... Orang satu ini udh sesat, o'on pula lagi....x_x

    BalasHapus
  23. Kalo gw lihat org yg ngaku Arlian Buana ini termasuk ke dalam org2 yg TDK TOLERAN trhdp org yg dianggapnya tdk toleran...bos kl mau nyangkal sikap org lain, jgn dgn cara yg sama, ibaratnya org FPI anti thdp org2 liberal kyk lu. Tapi gw bilang org2 liberal pun caranya udh KEKERASAN dgn membunuh karakter org lain (FPI). Gw ga urusan lah ama kebiasaan ustad Felix itu...yg gw urus adalah kenapa PEMUDA2 INDONESIA bermental PRIMITIF kayak si Arlian ini, jaman gini masih abahas AGAMA...KUNO bos!!!, BASI!!!, Mana coba mata lu mau buka thdp realitas objektif skrg, upah buruh murah, outsourching, buruh kontrak, bea masuk impor = 0%, buruh migran, korupsi...mana kecerdasan lu Tolol?
    Si Arlian ini kyknya baru kuliah semester 1 ya? Baru baca Nietzche...belajar bunuh Tuhan? Bebal sekali ente choey?
    Kelakuan lu sama aja sama org FPI, yg dibahas cuma BANTAH2AN AGAMA doang! Sekali lagi KUNO!!!! Lu hidup di abad 17 atau bahkan jaman batu ...hatur nuhun...kalo berani jgn dihapus balas aja ke mang.bud08@gmail.com...oc gw tunggu
    Biar lu ga jadi korban KAPITALISME!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau FPI, apalagi dengan kelakuan Munarman, peristiwa Kendal, Lamongan, dll itu sih mereka membunuh karakter mereka sendiri namanya.

      Hapus
  24. haha,, mana berani arlian bales. org bego gitu,gila pujian dan penghormatan! kristen yg laen aja ga se REMPONG dia kok :p

    BalasHapus
  25. Gini mas toleransi muslim itu tdk menggangu perayaan umat lain. Kami dgr dan kami taat klo tuhan kami melarang knp mesti dilakukan. Tmn2 non muslim pun mnghargai alasan kami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ente yakin tuhan ente ngelarang?

      saya hargain kok kalo ente gak mau ngucapin dan bertoleransi dengan tidak mengganggu perayaan. itu bagus.

      yang saya kritik di sini kan orang-orang yg ngelarang ngucapin.

      makasih udh mampir.

      Hapus
    2. kenapa dilarang ucapan natal??? sebenernya jwbnnya mudah kok, coba kita pelajari lagi definisi natal... Natal oleh umat Kristiani merupakan hari peringatan bagi lahirnya Yesus Kristus, yang notabene merupakan TUHAN mereka,jadi seandainya umat ISLAM mengucapkan selamat natal secara otomatis kita juga mengakui YESUS sebagai Tuhan, dan itu jelas" bertentangan dengan kalimat syahadat dimana kita hanya mengakui Allah SWT sebagai Tuhan seluruh semesta alam. Lagian saya rasa para pemeluk kristenpun dapat menerima perbedaan ini kok, sama halnya ketika kita diharamkan makan babi sdangkan mereka tidak, kenapa anda yang sepertinya pusing amat mikir masalah ini????

      Hapus
  26. belajar dari gus dur dulu aja, mas

    BalasHapus

  27. Saya kasih nila "0" besar buat para libalis yg gak berhasil ngedidik para "pengekor"nya utk sedikit intelektualis, kyk si Arlian ini bocah ingusan ngomongnya kagak jelas juntrungannya....gw sih gak tertarik ngomentarin tulisan si Arlian gw cuma mau coment sm coment2 bodoh yg serupa dgn si Arlian aja....Tapi gw acungkan jempol buat si Arlian, pemikiran2 bloon dia kok msh ada yg mau comment...Pesan gw buat semua kawan...yg baca ini blog, harap berhati2 soalnya si Arlian ini salah satu pengikut aliran PEMAHANAN KUNO, pemikiran yg ada di abad jaman perunggu dibahas2 sm si Arlian....Menurut gw msh banyak ustadz lain yg gak bahas soal Natalan, ngapain repot2 turut serta mempopulerkan itu ustadz yg dianggap intoleran, eit....jgn slah sebenrnya si Arlian pun GAK SADAR kl siapa tahu ustaz Pelek tuh cuman sesosok AGEN liberalis supaya memutasikan Kontadiski di tengah rakyat... Mustinya pemuda sibuk menuntaksn isu2 korupsi, buruh migran, dlll malah asyik -masyuk dgn isu2 ngebentrok2in pemahaman
    Saran gw buat si Arlian, coba sadar ExxonMobil, Freeport, dll mash nguasain sektor energy milik rakyat, coba bicarain di blog lu biar ribuan bahkan jutaan rkyat Indon tergerak utk berjuang merebutnya....jgn malah lu biaskan kembali ke masalh perbenturan keyakinan agam lu, krn klpun lu "menghalalkan" ngucapin natal lu ga akan dipanggil Yesus utuk dianugerahi satya lencana bro....hehhe
    Carilah masalah2 agama yg selalu relevan dgn perjuagan rakyat....jgn isu2 KUNO ok

    BalasHapus
  28. ahahaha seru banget dah gue bacanya tapi yaudahlah berpendapat itu bebas toh. Tinggal masing2 cernanya gimana. toss dulu ah sama semuanya *highfive*

    BalasHapus
  29. Nasrani: basok aku natalan,apakah kamu tdk ingin mngucapkan selamat natal kepadaku
    Muslim: Maaf, agama saya tidak membolehkan
    Nasrani: Kenapa? bukankah itu hnya sbuah ucapan?
    Muslim:Apa kamu tahu dua kalimat syahadat
    Nasrani: Tau,memang knp?
    Muslim: Bisa tlg diucapkan?
    Nasrani: Oh maaf, itu akan mengganggu keyakinan saya
    Muslim: Knp? bukankah itu hanya sbuah ucapan???
    Dari cerita di atas kesimpulannya apa?? "HARUS KUAT MENJAGA AKIDAH YA TEMAN2"
    Jangan menganggap enteng perkara ucapan selamat natal. Yang non muslim aja bisa ngerti,,,Lah elo yang muslim ribet amat pake mnghujat ustad2 apalagi ngataian mereka spesies,,,DASAR BEGOOOO

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya lain to mas "mengucapkan selamat natal" dan "mengucap syahadat". Bagaimana sih?

      Setahu saya, agama kristen punya syahadat versi mereka sendiri. Itu yang muslim atau agama lain tidak boleh mengucapkan.

      Kumaha sih akang?

      Hapus
  30. ente emang pinter bisa nyamain selamat natal sama kalimat syahadat... luar biasa :))

    BalasHapus
  31. saya kira yg posting ini bkan dr Ahlussunah wal jama'ah,,,
    dan pasti ny tdak mmpunyai Guru (kyai/habaib) yg mmbimbing ny...
    asal baca buku, searching mbah google udh lngsung d'terapkan,,
    pdhal agama islam tdak lah smudah penalaran qt,,,,

    mengucapkan SELAMAT NATAL jelas sekali DILARANG dan HARAM...

    Sekian,,,

    # Jangan Islam Karbitan gan,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaah komentar Islam Klenik, ASWAJA = Asli Warisan Jahiliyah, Guru, habib rumusannya, biar sampai ke lubang semut tetap diikuti. Islam itu mudah, asal mau mengikuti Hadits Shahih, sudah ada petunjuk dari Nabi bukan Habib dan Kyai yang malah bikin ribed bertele-tele, mbulet bikin mumet.

      Hapus
  32. katanya gak boeh ngucapin selamat natal,,dari tadi kalian BILANG SELAMAT NATAL TERUSSS,, bingung jdinya,,,

    BalasHapus
  33. salam....
    janganlah bergaul dengan orang yang suka berbuat dosa karena anda pasti akan cenderung melakukannya juga...terima kasih

    BalasHapus
  34. intinya tuh anda ingin rukun dengan menjual omongan yang bukan akidah kita gitu??? Yesus itu siapa bung? ingat dia bukan nabi Isa, mengucapkan selamat tentang kelahiran Yudas Iskariot itu hal yang bathil, atau anda ditekankan oleh orang lingkungan nasrani untuk bertoleransi dengan ucapan selamat, anda hanya diperbudak mereka bung sedangkan mereka sendiri merasakan tak ada untungnya umat islam mengucapkan selamat kepada hari raya mereka.

    sekarang umat nasrani suruh mengucapkan "asyhadu anlaa ilaa ha illallah, wa asyhadu anna muhammadan rasulullah" tentu tidak akan mau apalagi jika berhadapan dengan orang islam. ITU DOKTRIN BUNGG!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halah, ini lagi. Menyamakan memberi ucapak selamat natal dengan syahadat. Cuci muka mas.

      Hapus
  35. "boleh bertoleransi dengan agama lain,asal bukan tentang akidah"

    nampaknya arlian ini orang non muslim yang sedang ingin memurtadkan muslim.
    klo gak gitu ya muslim yang sok sok pinterr,

    hadeehhh mati aja dech lu.

    BalasHapus
  36. Dari ulasan arlian terlihat, bahwa beliau adalah orang emosional, sehingga terlihat kata-kata yang kurang santun.
    Kalau dari namanya kemungkinan besar anda kristiani, saran saya bacalah injil secara menyeluruh, bilamana perlu injil-injil terbitan yang lain.
    Tulisan saya ini mungkin tidak begitu ada hunbungannya dengan judul di atas.
    Tetapi saya rasa ada baiknya kalau anda baca dan lakukan.
    Mungkin peribahasa ini cocok buat anda :
    Air beriak tanda tak dalam,
    seperti katak dalam tempurung.

    BalasHapus
  37. yang saya bingungkan adalah kenapa kok ucapan "selamat natal", dihubungkan dengan dengan contoh "selamat wisuda"? mas arlian, logikanya persamaannya bener gitu? bukannya artinya yang memberi selamat menyetujui kalo si temannya itu sudah wisuda dan benar statusnya sbg wisudawan/i.
    berarti kalo muslim mengucapkan selamat natal, si muslim itu menyetujui kalo natal itu benar statusnya, dari ajaran hingga keyakinan yang ada. iya gk sih?
    pdahal, sy yakin mas arlian kalo bener2 seorang yang berilmu yang sudah mengkaji sana-sini, di al quran pun dh ada ayat ttg keTUHANan, tuhan itu cuma 1. dn diajaran nasrani ada trinitas. iya gk sih?
    jadi walaupun beda topik, perayaan, keyakinan, kepercayaan, ucapan itu gk bisa dipisahkan. iya gk sih? HAYOO....

    kita semua pasti luput dengan kesalahan. iya gk sih. ayo terus belajar. yang sudah merasa baiiik ilmunya, tempat 1-1nya hanya di akhirat. karna ilmu itu gk akan habis ditelaan logika manusia kawan. ayo berkurus-kurus sampai lurus! ayo semangat sampai akhirat!

    BalasHapus
  38. MUI (majelis umat islam) mengucapkan selamat natal haram
    MUK (majelis umat kristen) mengucapkan Selamat Lebaran Haram, MUB (majelis umat Budha) mengucapkan selamat hari nyepi haram
    MUH (majelis umat hindu) mengucapkan selamat hari waisak haram


    lama2 ancur negara ini.........

    BalasHapus
  39. Kalo sy katakan sang penulis adalah org terdungu di muka bumi, maka jangan marah ya

    BalasHapus
  40. jawaban atas tulisan seperti ini cukup didiamkan saja, semakin didebat makin senanglah mereka ....
    Moga Allah membuka mata hati dan disadarkan ....

    BalasHapus
  41. oma saya kristen dan saya sendiri islam tp ayah saya selalu membudayakan untuk tetap menjaga silahturahmi dengan mereka yg beragama kristen, jd menurut saya mengucapkan selamat (gak pake embel-embel natal) itu gak masalah yg penting gak ikut ngerayain aja. toh tujuan saya positive untuk menjaga silaturahmi sama oma saya, islam sendiri di sisi lain melarang kita memutuskan tali silaturahmi bahkan pada mereka yg non muslim

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksudnya selamat di atas bukan dengan tujuan selamat natal cuman selamat tanggal 25 desember, kan kalo tanggal 25 desember gak tahu kenapa oma bahagia. asal oma saya bahagia aja hahahaha

      Hapus
  42. bukankah mengucapkan selamat atau tidak itu tidak ada pengaruhnya untuk umat nasrani ataupun islam?
    dan itu juga tidak pernah mempengaruhi masalah toleransi beragama? jadi kenapa penulis harus tersinggung dan diperdebatkan?
    yang terpenting itu, kita bisa menjaga aqidah kita.
    *gitu aja kok repot...

    BalasHapus
  43. judul tulisannya pun sudah fitnah,felix adalah muslim,tdk pantas anda menuliskan merry christmas untuk felix. Sayang sekali anda kuliah di universitas islam malah jauh lebih sekuler dari felix muallaf. seorang muslim berhak untuk menasihati muslim lain,dalam hal ini untuk hati2 dalam mengucapkan selamat hari raya umat lain yg bisa mencampur aduk akidah. Tidak ada hubungannya dengan krukunan dan toleransi yg selalu didengungkan para sekulerisme,tidak mengucapkan bukan berarti tdk rukun atau tdk toleransi,demi menjaga akidah kok,kenapa harus anda yg merasa tidak nyaman dg nasihat seorang muslim untuk tdk mengucapkan selamat hari raya dengan dalil yg jelas??
    semoga cukup jelas bagi anda

    BalasHapus
  44. amit-amit kok ada org islam kyk penulis blog ini,kyaknya nyamar nih islamnya..!sesat dunia akhirat pemikirannya!naudzubillah

    BalasHapus
  45. Sudahlah, kalau memang tidak mumpuni dalam berbicara tentang suatu hal lebih baik diam! Tak perlu menghujat seperti ini. Lebih baik pelajari islam dengan benar, jangan asal ngoceh! Sudah seharusnya seorang islam itu berdiri dengan keislamannya secara kaffah bukannya "ajur, ajer" itu sama saja seperti pelacur yang mau dibawa kemanapun, oleh siapapun! Kalau tidak tahu tentang akidah islam lebih baik diam

    BalasHapus
  46. Pake kata "menerima" dong.. kok malah pake "toleransi". Sudah demokrasi coy! Kapan maju nya indonesia kalau terus menerus begini..

    BalasHapus
  47. Setau saya, para ulama memang berbeda pendapat tentang boleh atau tidaknya kita mengucapkan selamat natal.

    Hhmmm..rasanya kurang bijak jikalau kita hanya melihat masalah ini dari satu sudut pandang saja dan kemudian terbelenggu dengan sudut pandang kita sendiri, juga terbelenggu dengan berbagai prasangka buruk terhadap mereka yang berbeda pendapat dengan kita.

    Bagaimana kalau kita coba lihat dari perspektif (sudut pandang) saya?

    Saya punya banyak teman non-muslim dan beberapa tetangga non-muslim, tetapi seumur-umur saya belum pernah mengucapkan selamat natal pada mereka. Ini tidak berarti saya tidak menghormati mereka. Karena dalam kehidupan sehari-hari, kami tetap saling menghargai, bertegur sapa, saling tersenyum dengan tulus, dan saling tolong-menolong layaknya sesama manusia. Buat saya toleransi itu dalam prakteknya tidak perlu dilebay-lebaykan. Santai saja. Tidak perlu terlalu menunjukkan pada mereka, "hey, aku toleran loh!". Karena dengan memperlakukan mereka sebagaimana adanya, layaknya perlakuan baik kita pada manusia lain, toleransi itu terasa lebih nyata dan aplikatif.

    Lalu kenapa saya tidak mengucapkan selamat natal kepada mereka?
    Semua itu bukan tanpa alasan.
    Saya tidak mengucapkan selamat natal karena menurut saya, pilihan untuk tidak mengucapkan selamat natal adalah suatu bentuk komitmen dan loyalitas saya terhadap kalimat "life mission statement" yang saya ucapkan dalam setiap shalat saya : "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah".

    Ya, saya memang sependapat dengan ulama yang melarang ucapan selamat natal. Tetapi saya melihat larangan ini dengan sudut pandang yang berbeda. Bukan sebagai bentuk intoleransi, tapi seperti sesuatu yang mengingatkan saya akan betapa pentingnya komitmen dan loyalitas dalam kehidupan, tidak hanya dalam kehidupan beragama, tapi dalam setiap langkah kecil dalam kehidupan kita.
    Buat saya, komitmen dan loyalitas itu telah menjadikan hidup ini lebih bermakna,selalu menyadarkan saya bahwa hidup ini, setiap helaan nafas ini, hanyalah untuk Allah semata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nb: non-muslim yang saya maksudkan disini adalah mereka yang beragama kristen.

      Hapus
  48. Ini masalah akidah,,

    Islam tdk mengenal pluralisme, memang sdh ada pergeseran akidah dg dalil islam liberal,,
    Jika kami tdk mengucapkan selamat natal ato hr raya agama lain itu adalah keyakinan kami,
    Kami menghormati dg tdk mengusik perayaan mereka :) itu lbh hx sekedar ucapan !!

    BalasHapus
  49. arlian, anda yakin tidak kalau Tuhan itu ada ?

    BalasHapus
  50. Ini yang namanya berdebat bikin BEGO, si Arlian mau berpendapat ya suka2 dia, kalau suka di baca kalau ga suka di tinggalin. Gitu aja kok repot, malah senengnya cari ribut!!!

    BalasHapus
  51. Beginilah kalau haus diselamati, kayak firaun aja pengen diselamati mulu. Pengen dihargai tapi gak mau menghargai keyakinan orang lain. Kasihan deh.

    BalasHapus
  52. QS. 4:86. Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.

    QS. 60:8. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

    kesimpulan : selamat natal boleh jika diniatkannya untuk menghormati/berbuat baik!

    BalasHapus
  53. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku... islam punya cara tersendiri begitu juga agama lain...maka hormati aturan setiap agama masing².

    BalasHapus
  54. Menarik bro Arlian.. saya pernah sependapat dan satu visi.. ketika masa-masa kuliah.. dan kemungkinan sampai sekarang.. tapi mungkin pada sekarang ini sedikit terjadi pergeseran dalam pandangan saya mengenai topik yang ditawarkan dalam blog bro Arlian.. hehe.. tp berbagai pandangan justru menarik bukan, lanjutkan menulismu!hehe..

    ketika saya tahu anda alumnus UIN jakarta, sudah tentu dalam pandangan anda banyak yg kontra dengan masyarakat awam. haha..jangan terlalu diambil pusing dengan komentar dan saran saudara kita.. mereka hanya ingin mencoba terbaik bagi ente bro.. namun ente sudah menetapkan jalan terbaik ente.. dan tidak salah! terkadang kita perlu sekali seorang pluralistik yang mampu mengikis image menyeramkan yang terlanjur teroles di wajah islam.. tidak ada yang salah..

    hanya ikuti kata hati kita mana yang terbaik bagi kita untuk berbagi kepada sesama tanpa mengenal Agama, Suku, Ras dsb. tapi tetapkan hati kita jika Allah lah Tuhan semesta alam..

    Salam :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. OOOoooooOOOOooooOOOOOOoooooooOOOOOOOOO......................BAPAK ARLIAN BUANA LULUSAN UIIIIIIN YAAAA....maklum dechhh kalau begetuuuu..

      Hapus
  55. klu menurt penulis"mengucapkan natal tidak haram ya sudah. dan kalau ada orang lain ada yang mengatakan mengucapkan natal haram biar saja. kita negara bebas, bebas untuk apapun. sebetulnya tidak heran dan tidak aneh apa yang dikeluarkan oleh islam mesti mendapat protes dan selalu dianggap melanggar HAAAAAAMMMMMMMMMM.
    karena meraka kaum "yahudi dan nasrani" tidak akan pernah berhenti dan puas sebelum umat islam ikut pola pikir mereka.. itulah ..terbukti dengan adanya artikel ini,,
    bagi kalian(yahudi dan nasrani) keyakinan kamu dan bagi kami(muslim) keyakinan kami(muslim). aku (muslim) tidak akan menyembah apa yang kamu (yahudi dan nasrani) sembah. cukup jelas tuhhh. ''''''''''''

    BalasHapus
  56. Well, beginilah kalau gak pernah buka pikiran. Tidak ada satu kalimatpun di pos ini yang menyiratkan bahwa tidak mengucapkan Natal itu tandanya tidak menghormati. Intinya adalah, jangan sampai urusan ucap mengucap ini jadi panjang lebar dan malah melupakan tujuannya yaitu menghormati sesama. Udah itu aja. Lagipula kok orang-orang sangat takut sih imannya ternoda cuma gara-gara ngucapin. Allah, kalau kalian betul-betul percaya, tau betul kok hati umatn-Nya dan gak usah takut dosa-pahala lah, itu urusan-Nya. Jangan sampai kita egois dan ambisius sampe mampus buat masuk surga. Jalani aja yang terbaik tanpa merugikan orang (termasuk umat) lain.

    BalasHapus
  57. iya beginilah contoh orang liberal

    BalasHapus
    Balasan
    1. bentuk aja negara islam sendiri biar tidak mencela agama orang lain....tidak menjadi muslim pun orang bisa masuk surga kalo dia berbuat bai di dunia...

      Hapus
  58. Jika seorang muslim ikut mengucapkan selamat atas hari raya kepada selain agama islam, itu berarti ia menyatakan setuju dengan keyakinan agama tersebut,ini yang dihindari. karena sudah jelas dalam agama islam Tuhan itu satu yaitu Allah SWT.
    mengucapkan selamat hari raya jelas berbeda dengan mengucapkan selamat wisuda atau selamat selamat yang lainnya yang bersifat duniawi. masalah akidah tidak bisa dianggap sepele, harus bisa dipegang teguh. waallahu a'lam bishshowab

    BalasHapus
  59. Jika seorang muslim ikut mengucapkan selamat atas hari raya kepada selain agama islam, itu berarti ia menyatakan setuju dengan keyakinan agama tersebut,ini yang dihindari. karena sudah jelas dalam agama islam Tuhan itu satu yaitu Allah SWT.
    mengucapkan selamat hari raya jelas berbeda dengan mengucapkan selamat wisuda atau selamat selamat yang lainnya yang bersifat duniawi. masalah akidah tidak bisa dianggap sepele, harus bisa dipegang teguh. waallahu a'lam bishshowab

    BalasHapus
  60. IQ rendah semua =))
    Ada yg nanya 'kenapa selamat natal diumpamakan dgn selamat wisuda?' Namanya jg perumpamaan, ndak mesti sama dgn yg dibicarakan asal inti/tujuan/maksudnya yg sama.
    Saya Nasrani dan saya bangga akan itu. Saya pernah (tidak sengaja) membaca artikel Felix yg berjudul 'Apple: Kematian Steve Jobs dan Kelucuan Alkitab' dari judulnya saja sudah memprovokasi, saya geram ketika membacanya. Tapi apa boleh buat, di Gereja saya diajarkan utk mengasihi bkn menghakimi. Jadi saya tidak pantas menghakimi Felix dan saya kembali mengurus diri sendiri.
    Tulisan artikel ini jg bagus, saya mengatakan bagus bkn berarti saya memihak penulis. Saya mengatakan tulisan ini bagus karena dapat membuat saya berkata dalam hati ''oh ini toh, 'pemandangan negara antah-berantah kita" (silahkan dicermati kata2 saya yg ini)
    Tulisan ini jg tidak meninggikan ataupun menjatuhkan satu pihak, justru tulisan ini menyadarkan kita utk mengurus urusan sendiri dan jangan rempong terhadap urusan org lain. Jika anda merasa sempurna kesuciannya, silakanlah anda
    menghujat orang yang menurut anda bersalah.
    Jika anda merasa anda mempunyai dosa,
    hormatilah sesama manusia.
    Maaf jika kata2 saya sudah melenceng jauh, saya manusia yg tidak sempurna dan tidak pintar dalam urusan agama, saya juga bkn org yg sok suci dan sok sempurna, saya jg msh butuh banyak perbaikan :)
    Salam utk seluruh kawanku di negara Antah-berantah :)

    BalasHapus
  61. Bagi mu agamamu dan bagi ku agama ku...Mengucapkan atau tidak saya kira lebih bijak kepada hal-hal yg tidak memperuncing suasana...Mungkin, dengan tidak mengganggu perayaan umat yg berlainan agama itu sepertinya lebih baik ketimbang memperuncing...Saya kira jelas untuk beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing...

    BalasHapus
  62. Saudara Patrick : ya jelas saja terdapat perbedaan disini, untuk ucapan selamat natal, itu sudah menyakngut aqidah, sementara "selamat wisuda" adalah mengenai keduniawian yang tidak ada sangkut pautnya dengan aqidah.
    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terus kenapa di ulama muslim sendiri terdapat perbedaan pendapat tentang "ucapan selamat natal". Ada yang bilang melanggar aqidah islam, ada yang bilang tidak melanggar aqidah islam???? apa bedanya dengan "berbohong?" semua orang, bahkan muslim tahu "berbohong" itu dosa, tetapi kita SERING "berbohong", lantas jika seorang muslim cuma mengucapkan "selamat kepada pemeluk agama lain sekali setahun" dosanya lebih besar dari seorang muslim yang berbohong mungkin lebih dari 50 kali setahun?????????

      Hapus
    2. buat anonim........ itu aqidah... aqidah yang mana ya mas/om/pak/bu/bro/sis????

      kalo aqidah jamanya megalitikum sebaiknya diupdate seperti kata ane diatas..... itu berlaku buat aqidah waktu jaman itu...... disesuaiin dengan keadaan yang perangnya masih pakai batu,besi....

      sekarang udah jamannya teknologi nano...... sesuai yg ane tulis diatas..... apalagi bentar lagi masuk ke jaman piko.... semakin beradab dan berakhlak... sudah ga jamannya lagi megalitikum sekarang... kalo dikembalikan ke jaman megalitikum nanti takutnya jadi kaya yg difilm2 buatan amerika itu seperti 2012.... Resident Evil.... orang makan orang

      OK... camkan baik2..... kalo orang masih berpikiran ke belakang... repot....

      Hapus
  63. shalat aja dulu benerin[muslim]

    terutama buat pemosting
    [zey]

    BalasHapus
  64. satu kata TOLERANSI.....penting buat kita yang hidup di negara yang multi cultural, agama, dan etnis. "Semua orang apapun agamannya bisa masuk surga" kalau dia berbuat baik di dunia. Tuhan menciptakan beragam etnis, budaya dan ras dengan maksud agar sebagai manusia kita hargai perbedaan.

    BalasHapus
  65. tulisan galau, jelas tak mengerti tetantang ISLAM. Kasihan...

    BalasHapus
  66. lagian buat apa natal di besar2 kan,, apalagi kalau diartikan sebagai kelahiran yesus,,
    lihat sejarah natal,, apakah benar yesus/nabi ISA AS lahir pada 25 desember,pada musim dingin dengan pohon cemara,,itukan buatan manusia,, lebih kongkrit juga al - quran,, nabi ISA AS lahir pada saat buah kurma tumbuh (musim semi). dan ia lahir/diperanakan.sedangkan tuhan itu tidak beranak lagi diperanakan.

    lagi pula apakah iya nasrani yang sekarang sama dengan nasrani jaman dahulu(ahli kitab).injil aja udah berapa macem versinya.berarti bukan dari tuhan dong,, dari manusia, diciptakan oleh manusia, di edit manusia, dan di edit lagi sepanjang zaman dan manusia itu tidak akan pernah puas.

    BalasHapus
  67. akidah itu satu, percaya sama satu tuhan yaitu ALLAH SWT, pegangan yang harus di pegang sampe mati. kalau lo ngucapin selamat hari raya ke umat agama lain, berarti lo percaya klo agama mereka itu exsist (ada). sedangkan agama itu cuma satu, tuhannya satu, maha esa, maha satu. ALLAH SWT.

    klo mau toleransi,hal lain banyak ko,, ga usah di besar2 in karena cuma karena ga dpet ucapan selamat. apalagi nyamain sama ucapan selamat wisuda,wisuda itu bukan acara agama juga kali,, anak tk aja pasti tau beda selamat untuk kelulusan sama selamat hari keagamaan.

    BalasHapus
  68. Darimana asal kehidupan ini, Untuk apa adanya kehidupan ini, dan akan seperti apa akhir daripada kehidupan ini. Dari tiga pertanyaan tersebut muncullah pertanyaan-pertanyaan turunan, “Kenapa tuhan pencipta kehidupan ini ada 3, tuhan bapa, putra dan roh kudus? Darimana asal tuhan bapa?”, atau “Mengapa tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu mati, lalu bangkit lagi?”
    tuhannya juga bersifat manusia, tidak layak untuk dijadikan Tuhan.

    BalasHapus
  69. 14 dari 27 surat dari injil perjanjian baru ternyata ditulis oleh manusia, lebih dari setengah isi kitab yang katanya kitab tuhan ditulis oleh manusia, yaitu Santo Paulus. Lebih terkejut lagi ketika mengetahui bahwa sisa kitab yang lainnya juga merupakan tulisan tangan manusia setelah wafatnya Yesus. Sederhananya, Yesus pun tidak mengetahui apa isi injilnya. Lebih dari itu semua, konsep trinitas yang menyatakan tuhan itu tiga dalam satu dan satu dalam tiga (Bapa, Anak, dan Roh Kudus) yang merupakan inti dari ajaran kristen pun ternyata adalah hasil konggres di kota Nicea pada tahun 325 M.

    BalasHapus
  70. Aku senang Felix masuk Islam... Mudah2 an Ahok orang no 2 di jakarta juga pindah jadi muslim kaya pa Jokowi, so Pa Ahok juga akhir2 ini sering kali pake kopiah kayak c Pitung....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat apa jadi Muslim kalau korup? Bagi saya mending dia kristen atau bahkan ateis tapi gak korup.

      Hapus
  71. intinya cma masalah ucapan selamat hari raya

    *Sebagai pribadi yang cerdas sudah seharusnya memaklumi dan jangan mudah tersinggung serta tidak seharusnya memaksakan seseorang yang berbeda agama harus mengucapkan selamat.

    *itu yg disebut toleransi itu masalah keyakinan masing" dan bukan hal sepele seperti selamat HUT
    (kecuali seagama-seiman tidak ngucapin mungkin itu org lagi badmood atau pura-pura lupa)

    Lucu saja negara Indonesia banyak keragaman mempermasalahkan hal ucapan selamat.

    *Selalu positive thinking and move on.
    dari hal suzon(berburuk sangka) bisa jadi masalah besar kita tidak diberi ucapan bukan berarti diacuhkan dan tidak dihormati

    BalasHapus
  72. Klo uin emang pusat jil pantes liberal..ini cm macing biar qt debat dan dia brhasil

    BalasHapus
  73. kalo mau sudut pandang yang lain, mas mimin silahkan baca deh kultwit ustadz keren ini :)

    dengarkan hati nurani, jangan dengarkan setan yang membisik di hati :)

    http://www.pkspiyungan.org/2012/12/kultwit-ustadz-salimafillah-tentang.html

    BalasHapus
  74. Artikel Arlian ngga mencerminkan intelektualitas, cuma nafsu dan galau ingin terlihat smart dan hebat, meremehkan orang, tipical GOSIPER. Semoga Allah memaklumi.

    BalasHapus
  75. Saran :

    Lebih baik diam dan keliatan bego,
    daripada bekoar-koar dan begonya keliatan.

    BalasHapus
  76. terimakasih bung arlian yang sudah menyuarakan pendapatnya :)

    salam semua, saya umat Kristiani yang tidak sengaja membaca blog ini, dan sungguh terhibur :)))

    Sejujurnya, saya tdk masalah apabila pada hari Natal saudara sekalian tdk mengucapkan selamat Natal kepada saya. Namun berita pelarangan atau pengharaman ucapan tsb yang agak membuat saya sesak. Apalagi beritanya dimuat di media2 nasional dan jejaring sosial yang dapat dilihat oleh seluruh penduduk Indonesia yang bersifat plural? Dapatkah anda membayangkan perasaan kami ketika ustads FS ataupun yg lainnya mengatakan bahwa agama kami haram?? Bukankan anda sendiri yg bilang: 'Agamamu adalah agamamu, agamaku adalah agamaku' (maaf kalau tdk sesuai, CMIIW ya!). Saya sangat menjunjung toleransi beragama dan saya dgn sepenuh hati menghormati umat muslim, begitu pula umat lainnya. Saya selalu mengucapkan selamat Hari Raya kepada teman2 saya, seagama maupun beda agama. Nah, sekarang saya akan menempatkan diri sebagai umat muslim. Apabila saya adalah umat muslim, saya mungkin jg tidak mau mengucapkan selamat natal kpd umat nasrani, namun kalau bs janganlah sampai umat nasrani mengetahui sebabnya (bahwa saya menganggap agama mereka haram dan Yesus adalah berhala, dsb). Karena itu berarti saya menghina mereka.

    Jd itulah pendapat saya. Saya tidak mewakili umat Kristiani secara keseluruhan, ini adalah murni pendapat saya. Sanggahlah bila anda tak setuju, namun jangan mencap umat agama saya yg salah. Akhir kata, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi anda semua, mohon maaf lahir dan batin.

    NB: Yesus Kristus bukanlah Yudas Iskariot, dan Yesus tidak pakai koteka. Tolong jangan hina Tuhan kami, sama seperti saya menghormati Nabi anda Nabi Muhammad SAW. Trims :)

    BalasHapus
  77. saudaraku sesama muslim rugi ngadepin orgg waras ky si arlian ini...anak ingusan yg g pernah di didik ayah ibunya

    BalasHapus
  78. Sahabat.. Anonim kristiani.. Maaf klo ada dri saudra muslim saya yg agak kasar kepada tuhan anda.. Sekali lgi saya mewakili saudra2 saya muslim minta maaf.. Buat saudra q muslim sejati tulisan2 seperti ini jgn di ambil pusing, istighfar saja.. Karna tulisan dengan org yg gak jelas adalah iblis/setan yg akan memfitnah dan mengadu domba antar agama.. Wassalam.

    BalasHapus
  79. Ah bising x pun kau lian, mmangnya batal natal kalo muslim g ngucpin slmt natal..

    BalasHapus
  80. Biarkan anjing menggonggong , kafilah tetap berlalu

    BalasHapus
  81. Mari kita tutup diskusi ini :

    Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu
    allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.

    BalasHapus
  82. Mas-mbak... Orang "kafir" itu sudah berlomba2 mencari peradaban baru di planet lain, dan kita orang Islam masih berkutat dengan masalah boleh tidaknya mengucapkan selamat natal?

    Orang Islam pun bangga krn bisa "nebeng" pesawat milik orang "kafir" dan shalat di luar angkasa spt malaysia norak itu (lupa namanya)?

    Ada yg salah nih kayanya... Woh

    BalasHapus
  83. http://felixsiauw.com/home/apple-kritik-steve-jobs-atas-kelucuan-alkitab/

    Ada bbrp hal yg perlu diulas dalam tulisan ini:
    1. Ustad Felix sudah melanggar konsep "agamamu agamamu, agamaku
    agamaku"

    2. Kisah Adam, Hawa dan buah terlarang juga ada di ajaran Islam.

    3. Steve Jobs tidak pernah bilang soal kelucuan Alkitab. Dia justru berterimakasih Eva (atau Hawa dalam Islam) karena sudah memakan buah terlarang sehingga manusia bisa mengembangkan ilmu pengetahuan.

    Quo vadis, Felix?

    BalasHapus
  84. Saya jadi tertarik ingin kenal dengan yg namanya aArlian Buana. Ini org Pinter dan tdk kebanyakan org yg berpikir seperti dia...blh minta No tlp nya Mas Arlian Buana ?

    BalasHapus
  85. Saya jadi tertarik ingin kenal dengan yg namanya aArlian Buana. Ini org Pinter dan tdk kebanyakan org yg berpikir seperti dia...blh minta No tlp nya Mas Arlian Buana ?

    BalasHapus
  86. mohon maaf ya jgn marah cuman pendapat... Masalahnya begini kenapa kami kaum muslim tidak boleh mengucapkan selamat natal... Bukan nya tidak mau bersosial sesama antar agama... Dalam islam kami hanya mengakui bahwa tuhan yg berhak disembah hanyalah Allah SWT.. Dgn demikian bagi yg menyembah atau menganggap ada tuhan yang lain berarti kami anggap kafir .. (Mohon maaf bagi agama lain jgn marah ) .. Nah begitu kaum muslim ingin mengucapkan selamat berarti kaum muslim mengakui secara tidak langsung bahwa masih ada tuhan selain Allah SWT.. Berarti hati kami secara tidak langsung membenarkan adanya tuhan lain selain Allah SWT.. Sehingga ditakutkan keyakinan/ akidah kami akan bergeser .. Sehingga ditakutkan akan murtad dari agama.. Jadi kesimpulannya ini masalah aqidah... Mohon dari agama lain menghormati agama kami yg punya aturan main sendiri .. Begitu juga agama lain yg juga punya aturan main sendiri... Laqum dinukum waliyadin... Intinya kita saling menjaga toleransi umat beragama dalam urusan dunia saja.. Bahkan rasullulah SAW sangat melindungi orang di luar muslim yg tidak pernah menebarkan permusuhan..

    BalasHapus
  87. mohon maaf ya jgn marah cuman pendapat... Masalahnya begini kenapa kami kaum muslim tidak boleh mengucapkan selamat natal... Bukan nya tidak mau bersosial sesama antar agama... Dalam islam kami hanya mengakui bahwa tuhan yg berhak disembah hanyalah Allah SWT.. Dgn demikian bagi yg menyembah atau menganggap ada tuhan yang lain berarti kami anggap kafir .. (Mohon maaf bagi agama lain jgn marah ) .. Nah begitu kaum muslim ingin mengucapkan selamat hari raya kepada Non muslim berarti kaum muslim mengakui secara tidak langsung bahwa masih ada tuhan selain Allah SWT.. Berarti hati kami secara tidak langsung membenarkan adanya tuhan lain selain Allah SWT.. Sehingga ditakutkan keyakinan/ akidah kami akan bergeser .. Sehingga ditakutkan akan murtad dari agama.. Jadi kesimpulannya ini masalah aqidah... Mohon dari agama lain menghormati agama kami yg punya aturan main sendiri .. Begitu juga agama lain yg juga punya aturan main sendiri... Laqum dinukum waliyadin... Intinya kita saling menjaga toleransi umat beragama dalam urusan dunia saja.. Bahkan rasullulah SAW sangat melindungi orang di luar muslim yg tidak pernah menebarkan permusuhan..

    BalasHapus
  88. Pada ngomong apa sih....maleeeeeee?????
    Rempong deh pada...suka2 aja deh mau ngomong apa. Ide itu ga usah dibatasi. Asal jgn lupa sebagai "orang timur" kita punya sopan santun. Soal ucapan itu sah2 aja. Sama seperti Arlian yg mau ngucapin apa pun. Biarin aja. Toh, ga ada yg babak belur sama ucapan dia. Just let him talk anything ƗƗɐ want to.
    By the way...selamat Idul Fitri 1434H utk saudara2 muslim yg merayakan.
    Jgn gontok2an lg ya. Be friends, be united...

    BalasHapus
  89. Inti nya silahkan agama lain mengucapkan selamat hari raya kepada kami agama islam.. Kami tidak bisa melarang apapun.. Cuman kami sebagai muslim, mohon maaf tidak bisa mengucapkan selamat hari raya kepada agama lain.. Dikhawatirkan aqidah kami akan tergeser..... Masalah persatuan dan kesatuan tetap kita jaga karena itu komitmen kita membangun negara indonesia .

    BalasHapus
  90. Pendapat A: ucapan Natal boleh
    B : ucapan natal haram
    Bila ternyata A salah, A berdosa.
    Bila ternyata B salah, B tidak berdosa (tidak ngucapin natal khan ya gak papa)
    Think wisely...

    BalasHapus
  91. Semua manusia bebas berpendapat , karena sudah dianugrahkan dari yg maha kuasa untuk berfikir.. Namun untuk urusan agama .. Kami sebagai muslim sudah di bekali alquran dan hadist sebagai pedoman hidup kami ... Jadi masalah halal haram sudah ada petunjuk dari 2 item tersebut... (HAMBA ALLAH SWT_)

    BalasHapus
  92. ksian gw sm penulisnye nih..
    demen bgt ngurusin urusan org laen..
    mending diem aj bos.. :)

    BalasHapus
  93. Setiap orang bebas berfikir.. Namun ada batas2nya.. Ibarat rumah tangga , punya aturan main.. Saya hanya meluruskan aturan main untuk Org muslim saja.... Semua yg kami pikirkan serta berlogika berlandaskan al quran dan as sunnah , karena itu pedoman hidup kami.. :) (Hamba Allah SWT)

    BalasHapus
  94. APAKAH ANDA KAUM NASRANI BERSEDIA MENGUCAP DUA KALIMAT SYAHADAT ???
    Nah bgt pun kami kaum muslimin !!!
    Kami harap bisa di pahami bagi anda yg BERFIKIR

    BalasHapus
  95. maaf saya ikut berkomen disini,,saya kristen gpp kok klu umat muslim di indonesia tidak mengucapkan selamat natal.saya mau bertanya mgkn lain dr topik,sahabat baik saya seorg muslimah,kami sama2 tinggal di salah 1 negara eropa,kebetulan dia kerja di panti jompo ada anjingnya dia mana dia tidak bisa sholat,saya memberikan kunci rumah saya ke dia,izinkan dia sholat di kamar saya,kebetulan apartemen saya hanya 2 block dr teampat dia kerja.kami berteman sudah 8tahun,malah alat2 sholat dia berada di kamarku,buku2 yg sering dia baca habis sholat,krn tempat disudut kamarku di jadikan sholat,sampai skrg aku tidak menarok apa2 disitu.wkt natal kemaren dia juga ucapkan selamat hari natal untukku,,malah menemaniku berjalan di tengah malam krn aku ingin ikut misa natal.maaf pada semua aku hanya ingin cerita ini melihat komen2 kalian.memang ga ada hubungannya tp ini terjadi dalam hidup nyata udh berlangsung 8tahun.

    BalasHapus
  96. pertanyaan saya:apa dia sudah berdosa telah ucapkan selamat natal pada aku?

    BalasHapus
  97. saudaraku ,Tuhan tidak melihat apa agm dan suku kita ,Tuhan tidak pernah membeda2kan umatnya untuk masuk surga.yng Tuhan inginkan adalah org yg bisa mengasihi sesama seperti dirinya sendiri shg akan tercipta kedamaian.karena itu adalah wujud nyata iman kita.gak maslh org ngejelekin agama kita dan nganggap kita kafir.krn yang tahu isi hati dan perbuatan manusia dlh Yang DiAtas.Kita ngaku beragama tpi klu slu menghina dan menghujat ,apa bedany dg "anjing dan babi"(.Sya pnya tetangga ustad yg menegur sya pun gak pernah.Tpi tiap lebaran pun sya kesana utk silaturahmi.jadilah terang di dunia yg mkin tua dan gelap ini.Jangan balas kejahatan dg kejahatan.Bukankah itu inti ajaran Yesus?.GBU.

    BalasHapus
  98. mang.bud08@gmail.com7 September 2013 02.39

    Ah. Intinya yg lu tulis sama aja dgn org lain dan si Arlian tulis.
    Lu orang bicaranya kesetraan tapi lu sendiri ga pernah menghargai sikap org utk tdk ngucapin selwmat natal. SEOLAH OLAH lu org memvonis org yg ga mau ngucapin selamat natal sewbagai org yg ga toleran bahkan teroris. Padabal lu sendiri udah ga toleran trhdp org yg lu anggP ga toleran. Makanya BULLSHIT lu!
    Udah gw bilang Topik ini TDK PENTING. lu pikirin dollar naek, neolib amerik mau nyerNg Suriah efeknya buat rakyat Indonesia apa? Buruh minta naik upah, korupsi meraja lela ga lu peduliin tuh. MATA LU PICEK ya? Lu org sukanya cuma ribut2 soal ga jelas doangan. Skrg tinggalin ini forum.si Arlian aja udh ga punya komentar lagi kok. Kl lu masih mau bahas urusan sikap keagamaan org berarti lu sebenernya maksai org buat ngikuti keinginan lu artjnya sama juga lh tuh anti kesetaraan.

    BalasHapus
  99. Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mana dalilnya jesus lahir di bulan desember? Jesus dilahirkan tatkala bersamaan bintang gemerlapan dilangit. Artuina jesus terlhir musim panas yang jatuh bulan juli agustus dan awal september.

      Tanggal 25 desember itu lahirnya dewa matahari.

      Nbi Isa juga lahir musim panas. Korma sedang berbuah/masak dipohon. Bertepatan dengan bulan juli, agustus dan awal september.

      JADI YANG BERANGGAPAN JESUS DAN NABI ISA TERLAHIR BULAN DESEMBER ADALAH ORANG "GILA".

      Hapus
  100. Jesus terlahir bersamaan sensus penduduk. Sensus pasti diadakan TIDAK di MUSIM DINGIN/DESEMBER.

    JADI YANG BERANGGAPAN JESUS TERLAHIR BULAN DESEMBER ADALAH ORANG SINTING.

    BalasHapus
  101. Jesus terlahir disaat gembala menjga kawanan ternak DIMALAM HARI. Peristiwa itu terjadi musim panas bersamaan bulan juli agustus dan awal september.

    YANG MEYAKINI JESUS TERLAHIR BULAN DESEMBER ADALAH ORANG GOBLOQ.

    BalasHapus
  102. Jesus dikala lahir hanya dibungkus kain lampin/popok bayi dan ditaruh dalam palungan. Kejadian itu bersamaan musim panas yang jatuh bulan juli agustus dan awal september.

    YANG BERPENDAPAT JESUS TERLAHIR BULAN DESEMBER ADALAH ORANG TOLOL DAN OTAKNYA MIRING.

    BalasHapus
  103. Sila kunjungi http://edisikhusustempo.blogspot.com/ untuk mengenal pribadi dan pemikiran para pendiri bangsa

    BalasHapus
  104. :)..

    Lagi-lagi sudut pandang dan komunikasi ya. Sebagai orang muslim yang lahir dari keluarga multi cultural, tentu saja saya memeluk saudara-saudara saya yang non muslim.

    Islam itu rahmatan lil a'lamin, saya tidak merasa terganggu akidahnya dengan mengucapkan selamat natal kepada saudara-saudara saya.

    Insya Allah - saya yakin Allah Maha Tahu, yang ada di hati, tentu hanya Allah yang tau.

    BalasHapus
  105. benahilah diri masing-masing,koreksilah dirimu sendiri,hanya orang-orang yang tak beriman yang memperdebatkan tentang orang lain.Lihatlah bagaimana orang yang tak mengenal Allah bisa berbuat baik pada sesamanya.Lihatlah orang yang anda bilang kafir menyayangi saudaranya, tapi anda yang beragama tak bisa mentaati agama nya sendiri. orang -orang yang beriman selalu menjadi Rahmatan atas orang lain.semakin berisi semakin merunduk kata pepatah.memang itulah yg terjadi.karena bagaimana bisa merunduk.wong gak ada isinya.sembayang gak pernah.tapi merasa islam,kegereja gak pernah,tapi sok-sok bela jadi orang kristen.kamu telah tau membedakan yang baik dan yang buruk.jadi kagak usah mau di kacaukan iblis dirimu.pergiatlah utk menjadi kumpulan orang-orang yang beriman.

    BalasHapus
  106. kami sebagai muslim tidak pernah marah dan berfikir mereka yang tidak mengucapkan selamat idul fitri saat lebaran itu adalah orang yang tidak punya toleransi beragama. Setiap orang mempunyai tingkat toleransi itu berbeda -beda, kami menghormati pemeluk agama lain,tp kami juga akan tetap berpegang kepada apa yang kami yakini. Menurut saya orang memberikan ucapan atau tidak bukan suatu bentuk permusuhan atau sikap tidak menghormati tapi melainkan apa yang kami yakini sebagai pedoman kami seperti kalian meyakini apa yang kalian yakini....

    BalasHapus
  107. intinya TS ini hanya asumsi aja..
    tapi minim ilmu islamnya..

    BalasHapus
  108. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  109. Bang, masa wisuda disamain ama akidah? Kalo agama mah urusan kita ama tuhan bang, makanya gak main2, kalo urusan wisuda, ngucapin selamat ama ratu mah urusan lain bang, ya Allah gak bakal laknat itu. Tapi kalo udah ngucapin Yesus itu setara Allah apa Allah gak murka. Abang yg punya blog ini orang islam or bukan islam? Atau anda Islam tapi liberal atau sekuler? Jangan nyesatin pembaca deh bang, liat lagi relevansi contoh ama analogi lu kalo mau ngajarin orang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Islam paham ciputat banyak liberal dan sekulernya

      Hapus
  110. Mantap tulisannya sahabat, enak saya bacanya begitu empuk dan renyah, sayang banyak komentar negatif.

    BalasHapus
  111. Aku mau tanya juga untuk umat kristiani....mau gk anda mngucapkan dua kalimat sahadat ????

    By ; robin simanjuntak

    BalasHapus
  112. hmmmm Bung Arlian klo anda bijak dengan Tulisan ansa harusnya anda juga bersikap bijak dengan pendapat orang, kok omongannya kasar...itu ya "tingkatan kepribadian anda menghargai orang lain" seperti itu kok minta lebih dihargai dan menganggap orang lain tidak menghargai atau bertoleransi piye toh?????

    BalasHapus
  113. Cuma tidak ngucapin selamat Natal saja dianggap tidak bertoleransi, hayo tidak bertoleransi mana " banyak terjadi diskriminasi umat muslim di negara non muslim, bahkan diintimidasi dan dibunuhi" ...Siapa to yang sebenarnya tidak bertoleransi...kok kebalik-balik mas...dulu jam kecil saya sering rumah saya didatangi pendeta untuk menawarkan masuk kristen...Siapa hayo yang tidak bertoleransi??? tetangga saya kristen sembahyangan ...jemaatnya parkir di depan rumah saya... kita jaga dan amankan...siapa yang tidak bertoleransi hayooo...trus toleransi yang mana yang anda inginkan...lha tetangga kristen saya itu mati...juga kita kok yg bantuin..sementara jemaatnya nyanyi2.....siapa yang tidak toleransi hayoo..., tapi giliran ada muslim menjadi minoritas ..banyak sekali perlakuan yang tidak menyenangkan...siapa yang tidak bertoleransi hayooo.... ini terbukti ketika saya dan rombongan tersesat didaerah kulon progo didaerah kristenisasi...tanya alamat dengan sopan..jawabannya " maaf saya bukan orang islam" ....sangat mencengangkan ...siapa yang tidak bertoleransi hayooo........lihatlah realita....ini toleransi kami....mana toleransimu yang hanya semuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

    BalasHapus
  114. Jangan hanya berteori saja mas....mas nya baca buku-buku sekuler aja, membaca itu ga setengah2 mas....baca Alquran, dalami maknanya, saat ini banyak sekali campur tangan opini media yang jauh dari realita yang ada, lihatlah dengan hati juga kemudian dipikir pake akal yang jernih...bukan sepihak saja....Anda menuntut orang islam toleransi habis-habisan.... trus apa yang anda lakukan dengan pelanggaran HAM umat muslim yang tertindas..mana..mana..mana ini hanya masalah ucapan selamat anda kebakaran jenggot...lha masalah nyawa mana toleransi anda ?????? sungguh ironi, kaum intelektual kok begitu..nuntut orang lain bijak tapi dirinya tidak bijak...yg anda pahami ideologi liberal sekuler, saya heran orang2 yang mengaku liberal itu menyuarakan HAM tapi mana buktinya...memperjuangkan HAM nya siapa to???? agama diutak-atik untuk digadaikan dengan bantuan dana yang besar dari kaum LIBERAL dan SEKULER , untuk membuat program-program atau proyek-proyek Liberalisasi dan Sekulerisasi.....

    BalasHapus
  115. sebuah analogi yang pincang...
    selamat natal disamakan dengan selamat wisuda..

    BalasHapus
  116. Saya diajarkan untuk menghormati agama lain. Jadi, kalo hanya mengucapkan "Selamat natal" kepada umat kristen, ya enggak apa apa. Lagian kan cuman ngucapin doang, enggak ikut merayakan.

    BalasHapus
  117. Assalamualaikum... Selamat Natal bagi yang Nasrani...

    BalasHapus
  118. Mengucapkan Selamat Natal sangat berbahaya sekali bagi umat Islam yang masih lemah imannya. Itu merupakan pintu masuk ke murtadan dan ke kafiran, suatu dosa besar yang tidak dapat di ampuni oleh Allah SWT, sudah pasti Nerakalah tempatnya.

    Tapi kalau saya yang imannya sudah kuat tidak apa-apa mengucapkan Selamat Natal bagi teman-teman yang merayakannya.

    BalasHapus
  119. intinya dlm Islam diharamkan mngucapkan selamat natal bagi yg nasrani,,jd sy mhon hargai larangan yg ada di agama saya ini,toh bg yg nasrani gak ada ruginya kan kl gak dpt ucapan selamat dr muslim,,,tx

    BalasHapus
  120. Hajar terusssss, hancurkan indon...

    BalasHapus
  121. Felix siauw artinya felix gila.... dia sebenarnya tong kosong nyaring bunyinya...

    BalasHapus